|

Forum Wartawan dan Lsm : Seminar Anti Korupsi Siap dilaksanakan


Sanggau.Kapuasrayatoday.com-Perkembangan negara di Asia,Cina mencapai predikat negara maju dalam waktu relatif  sangat singkat dibandingkan Inggris dan Amerika Serikat dalam hal Pencegahan dan Pemberantasan korupsi secara masive yang terkenal dengan komitmen 100 peti mati.

Kondisi yang kita lihat di Indonesia tentu saja bisa menyamai dengan cina namun semua bisa terjadi, haruslah didukung oleh
sebuah komitmen yang berbentuk kosensus nasional disegala lini baik yang berada ditingkat pusat hingga di tingkat daerah.

Terlebih lagi saat ini korupsi
sudah merambah hingga kedesa-desa, Sehingga "Kami berupaya dan berusaha untuk menspirit kembali semangat juang pemberantasan korupsi di Kalimantan Barat dan serta dapat berkontribusi dalam bentuk advis ide atau pemikiran.

pembaharuan dalam menyusun paradigma baru dalam melakukan gerakan anti korupsi bagi pegiat anti korupsi di Kalimantan Barat melalui kegiatan seminar yang rencananya dilaksanakan
seminar14 Maret 2020, "kata Yayat Darmawi, S.E  M.H. Ketua Panitia Seminar Penegakkan Hukum dan Pencegahan Korupsi diKalbar kepada wartawan,Rabu(26/02).

Seminar yang ditargetkan akan dihadiri oleh 200 peserta baik dari stakeholders dan peserta dari kalangan lembaga formil dan nonformil lainnya di Kalimantan Barat ini, yang gagas dioleh Forum Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalbar dengan jumlah 60 lembaga lebih yang terdiri dari "Wartawan dan LSM yang memiliki peran secara aktif dan potensial dalam rangka mendorong pemberantasan dan pencegahan korupsi sesuai UU korupsi.

Ending dari kegiatan ini kami
sinergiskan melalui sistem yang telah diatur oleh UU dengan aparatur penegak hukum yang berwenang dalam melakukan penindakan dan pencegahan, ”kata Yayat yang juga Direktur Tim Investigasi dan Analisis Korupsi (TINDAK) Indonesia, dimana Tugas pencegahan, kata Yayat, memang harus melibatkan semua lini termasuk masyarakat yang merupakan power spirit dalam menumbuhkan karakteristik No coruptive dengan dukungan integritas secara nyata dari aparatur penegak hukum.

“Semangat anti korupsi bukan hanya dimiliki oleh Penegak hukum Tipikor dan Bukan pula hanya dilimpahkan ke KPK yang ada dipusat saja, namun perannya juga di mulai dari semua elemen masyarakat baik di pusat maupun didaerah, ”tegas Yayat.

Apalagi kalau kita lihat para pelaku Koruptornya, kata Yayat terkadang tidak lagi memiliki rasa malu dan rasa tidak bersalah saat berproses secara hukum dan malah justru kerap mengumbar senyuman seolah olah tak ada kesan jera dan malah dianggap biasa biasa saja,  untuk kasus kasus lebih lagi yang melibatkan aktor-aktor intelektualitas dan sudah menggurita mak Sampai kapanpun pelaku korupsi ini berbahaya bagi bangsa dan negara yang berefek menyengsarakan rakyat dengan resiko akhirnya adalah menghalangi negara dalam mensejahterakan rakyat indonesia,”kata Yayat.

Dijelaskan dia, tak cukup dua lembaga itu saja, maka dihadirkan lembaga  Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), dan mengharapkan segala upaya dari ketiga lembaga itu akan semakin efektif melakukan penindakan dan menekan Laju indeks Persepsi Korupsi. “Makanya dalam seminar kami agendakan untuk menghadirkan narasumber dari Polda, Kejati dan KPK.Nara sumber ini dalam tahap konfirmasi, ”kata Yayat.

Di hubungi terpisah, Sekretaris Seminar, Wawan Daly Suwandi mengatakan pihaknya telah merancang agar kegiatan dimaksud memiliki output yang berarti. “Ada diskusi yang intens dan penyerahan bukti-bukti awal dari kami para wartawan dan LSM. Selanjutnya ada rekomendasi dan fakta integritas semua pihak dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi, ”kata Wawan Daly Suwandi".

Terpenting, kata milik sapaan Wawan Info ini, adalah progress dari penanganan perkara yang sudah ada. “Ini menyangkut hak publik untuk tahu dan harus transparan jika kita sama - sama menginginkan Kalbar pada khususnya dan Indonesia pada umumnya menjadi lebih baik".

Rilis    : Forum Wartawan Lsm
Editor : Cecep

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini