|

Anggota DPRD Mempawah Pertanyakan Perusahaan Masih Datangkan Pekerja Luar Kalbar

H. Anwar, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Mempawah. (foto: Suarakalbar.co.id)
Mempawah, Kapuasrayatoday.com - Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Mempawah bersikap tegas terhadap perusahaan yang mendatangkan tenaga kerja lokal dari luar daerah Kalimantan Barat di tengah merebaknya pandemi Covid-19.

Warga khawatir, kedatangan tenaga kerja tersebut menjadi bencana penularan virus di Kabupaten Mempawah.

“Kita minta OPD terkait dan Tim Gugus Tugas bersikap tegas dan sikap dalam menyikapi kedatangan tenaga kerja baik lokal dari luar Kalbar apalagi Tenaga Kerja Asing (TKA). Jangan dibiarkan, nanti masyarakat bergerak sendiri seperti yang terjadi di Kabupaten Sintang, masyarakatnya memblokade jalan,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Mempawah, H Anwar, Sabtu (25/04/2020) di Mempawah.

Legislator Dapil Sungai Kunyit, Toho dan Sadaniang itu mengungkapkan, kekhawatiran masyarakat terhadap kedatangan tenaga kerja lokal dari luar Kalbar dan TKA itu bukan tanpa alasan. Sebab tambah Anwar, belum lama ini PT M yang menjadi subcon dari PT E yang beroperasi di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit telah mendatangkan sejumlah tenaga kerja dari luar Kalbar.

“Pada Kamis (23/04/2020) sore, perusahaan ini mendatangkan 9 pekerja dari Ngawi, Djogja, Jombang, Purwakarta dan Kerawang. Para pekerja ini ngekost di RT 06/RW 03, Dusun Satria, Desa Sungai Dungun. Keberadaan mereka ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Sebab mereka datang dari daerah rawan Covid-19 dan tak ada pemberitahuan kepada pemerintah desa setempat,” sesalnya.

Karena itu, Anggota Komisi III DPRD Mempawah ini mendesak OPD terkait agar memberikan peringatan keras kepada seluruh perusahaan agar tidak mendatangkan tenaga kerja lokal dari luar Kalbar maupun TKA di wilayah Kabupaten Mempawah.

“Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, perusahaan harus mentaati aturan, protokol dan anjuran yang telah ditetapkan pemerintah. Jika situasi ini dibiarkan dan masih berlangsung, jangan salahkan jika masyarakat bersikap tegas di lapangan,” tegas Anwar.

Kecamatan Sungai Kunyit saat ini sedang berlangsung proyek strategis nasional. Banyak perusahaan-perusahaan besar bahkan multinasional tentu mendatangkan pekerja dari luar Kalbar.

"Jadi saya meminta Dinas terkait di Pemkab Mempawah maupun Gugus Tugas agar bekerja ekstra melakukan pengawasan. Jangan sampai kita kebobolan. Keselamatan masyarakat yang kita pertaruhkan," imbuh dia.

Sumber: Suarakalbar.co.id

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini