|

Lihat Bagaimana Mahirnya Wakil Bupati Mempawah Mengaduk Kopi

Wakil Bupati Mempawah, H. Muhammad Pagi, mengaduk kopi untuk memanjakan tamu yang bertandang di rumah dinasnya. (foto: Suarakalbar.co.id)
Mempawah, Kapuasrayatoday.com -Wakil Bupati Mempawah, H. Muhammad Pagi, ternyata pintar memanjakan tamu yang datang ke rumah dinasnya. Caranya, ia membuatkan kopi yang diseduh langsung di hadapan para tamu.

Bertandang di rumah dinas Wakil Bupati Mempawah, Jalan Raden Kusno, Muhammad Pagi menyambut kedatangan suarakalbar.co.id dengan hangat dan ramah. Ia mengajak berjalan-jalan mengelilingi kebun organik miliknya.

Di lahan tak seberapa luas, Muhammad Pagi berhasil menyulap perkarangan sempit untuk bercocok tanam pisang, sukun, berbagai jenis sayur-sayuran, kelapa, ubi dan lain sebagainya. Ia juga membangun dua kolam ikan untuk budidaya nila, ikan mas dan lele.

“Semuanya sudah panen beberapa kali. Saya bagikan ke para kolega dan keluarga maupun tamu yang datang berkunjung ke rumah dinas. Alhamdulillah, saya juga memelihara burung. Kicau burung di pagi hari bisa menyejukkan hati dan fikiran,” ujarnya.

Tapi yang paling menarik saat berkunjung di rumah dinasnya adalah sajian kopi khas ala Muhammad Pagi. Persis di perkarangan samping, ia mendirikan pondok tempat bersantai untuk menerima tamu non formal.

Di pondok ini lah, Muhammad Pagi menyediakan seperangkat pembuatan kopi yang dibeli di Pasar Mempawah. Begitu pula kopi bubuknya. Tidak ada barang impor yang digunakan. Semua asli produk dalam negeri.

Layaknya seorang maestro pengolah kopi, Muhammad Pagi yang mengenakan baju kaos kuning, tampak apik memasak air, kemudian meracik kopi dan gula untuk disuguhkan. Sementara sang istri, yang juga Ketua PKK Kabupaten Mempawah, Hj. Julina, menyaksikan atraksi itu seraya tersenyum lebar.

“Begitu lah Abah Muhammad Pagi saat melayani tamu yang datang ke rumah dinas ini. Ia sendiri yang membuat kopi, saya dilarang membantu. Jadi hanya bisa jadi penonton saat ia beraksi,” ujar Julina seraya tertawa.

Tak sampai lima menit, kopi sudah disuguhkan kepada suarakalbar.co.id. Rasanya, jangan ditanya. Nikmat sekali. Pas perpaduan antara kopi dan gula. Tidak terlalu manis. Aroma kopi juga langsung menyapa hidung. Keren!!

Menurut Julina, sudah banyak ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda maupun pejabat di Mempawah yang sudah menikmati kopi ala Muhammad Pagi ini. Tidak ada yang tersisa, selalu habis diminum.

Bagi Muhammad Pagi, kopi adalah sarana mempererat silaturahim. Dari minum kopi ini lah, suasana menjadi cair. Timbul kebersamaan dan saling memamahami sehingga lahir ide-ide untuk membangun daerah.

Sumber: Suarakalbar.co.id

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini