-->
    |

Masyarakat Keluhkan Harga Daging Ayam Naik

Suasana pasar Flamboyan Pontianak. (foto: Suarakalbar.co.id)
Pontianak, Kapuasrayatoday.com - Harga pangan dipasar di Kalbar khususnya di kota Pontianak memang kurang stabil. Pasalnya ada beberapa pangan yang ketersediaannya kurang memadai akibat tingginya permintaan pembeli.

Kali ini, daging ayam kedapatan naik disejumlah daerah di Kalbar. Begitu pula dipasar-pasar tradisional di Kota Pontianak.

Terkait hal ini, Elvi (42) selaku ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan 28 oktober ini merasa sedikit terkejut dengan kenaikan harga daging ayam ini.

"Ya terkejut lah saya kok bisa naik seperti itu,soalnya kan kemarin pas bulan puasa harganya masih murah dan stabil," ujar Elvi kepada suarakalbar.co.id .

Ia mengatakan bahwa keluarga dirumah nya sangat menyukai masakan yang bahan utamanya daging ayam. Sehingga ia sangat berharap kepada pemerintah untuk segera dapat menstabilkan harga daging ayam dipasar-pasar tradisional.

"Bagaimanapun daging ayam kebutuhan bahan utama untuk saya masak dirumah karena memang ini favorit anak-anak. Saya berharap kepada pemerintah untuk dapat menstabilkan harga ayam di pasar. Secepatnya lah," beber Elvi.


Sebelumnya Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Muhammad Munsif, membenarkan keadaan dimana daging ayam dipasar-pasar tradisional di Kalbar sedikit naik dari harga biasanya.

"Benar, hampir di semua kabupaten termasuk di kota Pontianak harga daging ayam ada kenaikan," kata Munsif.


Munsif mengatakan, di Pontianak harga awalnya masih di rata-rata,sampai dengan 16 Juni 2020 harga daging ayam di kota Pontianak terletak di  Rp 33 ribu, demikian di Singkawang dan Kubu Raya yang merupakan sentra produksi ayam broiler juga harga daging ayam didaerahnya antara Rp 33 ribu sampai Rp 35 ribu.

"Selain tiga kota tersebut harga naik signifikan diatas Rp 45 ribu per kilogram, tertinggi Rp 55 ribu di Bengkayang dan Kapuas Hulu," lanjut Munsif.

Kadis Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan terus memantau pergerakan harga daging ayam di setiap kota atau kabupaten yang ada di Kalimantan Barat.

"Kami terus memantau dengan intensif pergerakan harga daging dan telur ayam di setiap ibu kota dan kabupaten,dan memantau produksi DOC broiler dari 5 perusahaan breeding farm yang memasok kebutuhan peternak serta asosiasi peternak seperti pinsar dan lain-lain," pungkas Munsif.

Sumber: Suarakalbar.co.id

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini