|

Untuk Sintang Damai, Kapolres Sintang Minta Jaga Kamtibmas

Kapolres Sintang AKBP Jhon Halikintar Ginting saat beryamu pata tokoh masyarakat di Rumah Betang Tampun Juah Sintang
Sintang,Kapuasrayatoday.com  -
Menanggapi isu-isu yang berkembang di masyarakat,Kapolres Sintang AKBP Jhon Halilintar Ginting  melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik itu tokoh adat, tokoh agama,  tokoh masyarakat dan berbagai elemen organisasi  masyarakat yang ada di kabupaten Sintang.

Kapolres Sintang Jhon Ginting mengajak semua elemen masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban, agar penyebaran isu-isu yang miring, apalagi menyangkut Sara tidak berkembang luas, dan berjanji akan mengusut tuntas kasus yang sempat menghebohkan masyarakat Sintang beberapa hari lalu, yaitu antara dedeh dan samson di toko bangunan yang berada di jalan Akcaya satu.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Sintang AKBP Jhon Ginting. Selasa (30/6/2020 saat melakukan pertemuan dengan para tokoh adat dan berbagai organisasi di Rumah Betang Tampun Juah di Jerora Satu.

Kapolres menyampaikan bahwa, "kami tetap proses hukum, sesuai dengan kronologi yang terjadi, dan kami juga mohon bersabar,  karena kami juga ada prosedur, dan kami juga tidak mau disalahkan, oleh karena itu kita kumpulkan alat bukti serta awal mula kejadian antara kedua belah pihak, antara saudara Dedeh dan saudara Samson. Kami dalam menanganai kasus ini profesional dan kami tidak akan di intervensi oleh pihak manapun,  dan nanti semua saksi serta rekaman cctv kita kumpulkan sebagai alat bukti", jelas Kapolres Sintang Jhon Ginting.

Saat ditanyai wartawan tentang berapa lama prosesnya, Jhon Ginting menyebutkan "secepatnya jika sudah lengkap, dan kita tetap profesional ya, dan tidak ada intervensi dari pihak manapun, dan saya juga minta semuanya jaga keamanan dan sama-sama semua masyarakat sintang jaga keamanan", ucapnya.

"Tentang adanya fostingan di medsos yang menjurus ke SARA, akan kita telusuri, apa maksud dari fostingan tersebut, jika masuk dalam pidana Maka akan kita proses, tetapi saya minta masyarakat tetap tenang, dan jangan ada tindakan yang melanggar hukum,  dan serahkan prosesnya pada penegak hukum", jelas Kapolres Sintang Jhon Ginting.

Ketua Tariu Borneo Sintang Petrus Sabang Merah meminta kasus dedeh ini harus cepat diselesaikan, karena sudah sering membuat gaduh di kabupaten sintang yang sudah aman dan damai, dan tidak ada menyangkut suku,  agama maupun ras,  tapi ini adalah oknum yang selalu menyebarkan kebencian, jangan sampai sintang tudak aman,  gara-gara oknum yang berulah,  dan ingat pepatah dimana bumi di pijak,  disitu langit dijunjung,  dan yang mau cari makan dimanapun,  tidak ada yang melarang, tapi jangan berulah,  tegas Petrus Sabang Merah.

Andreas ketua organisasi ASAP Sintang dengan tegas meminta aparat penegak hukum, agar kasus dedeh ini harus cepat diproses hukum, karena beberapa kali laporan kami dipolres,  dengan kasus-kasus  rentetan yang dilakukan oleh dedeh cs,  sampai hari ini tidak jelas tindakan yang dilakukan oleh kepolisian, tegas Andreas.

Andreas juga menjelaskan bahwa dedeh cs sudah beberapa kali menculik orang-orang yang menantangnya,  seperti pada tahun 2018 dedeh ini membuat onar dengan menculik anak orang Tionghua,  dengan dipersekusi dan diintimidasi,  sesudah itu dedeh cs mencari lagi targetnya, yaitu anak dari Penai yang sekolah di SMK Budi luhur Sintang, dan anak di kecamatan tempunak, kemudian yang di Simba, dan yang di gang mandau, serta yang hari minggu kemarin tanggal 28/6 dengan saudara Samson, jelas Andreas didepan Kapolres Sintang.

"Kalau masalah ini tidak cepat diselesaikan, maka akan menjadi bom waktu bagi masyarakat sintang, untuk itu kami minta ketegasan pihak kepolisian untuk menindak oknum yang sudah berani mengganggu keamanan dan ketertiban ini,  dan merusak suasana keharmonisan yang sudah terjalin dengan baik, dan tidak ada sangkut pautnya dengan suku dan agama,  tapi ini adalah oknum, tegas Andreas. (nus)

Editor.      Sudarno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini