-->
    |

Kasus COVID-19 di Brazil Lampaui Angka 9 Juta

Seorang perawat tengah menjalani perawatan di unit intensif untuk pasien COVID-19, rumah sakit Santa Casa de Jaú, Brazil, Kamis, 28 Januari 2021. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com
- Kasus COVID-19 di berbagai penjuru Brazil telah melampaui sembilan juta pada hari Kamis (29/1), dengan jumlah kematian melampaui 221.000.

Brazil memiliki jumlah kematian akibat virus corona yang tertinggi kedua di dunia dan jumlah kasus ketiga terbanyak. Penyebaran varian COVID-19 membuat situasi semakin parah.

Kurva epidemiologi mencapai puncaknya pada Juli lalu, kemudian menunjukkan tren kenaikan lagi pada awal November. Situasi wabah terus memburuk sejak itu. Penambahan kasus terkonfirmasi setiap hari di Brazil belakangan ini naik menjadi sekitar 50 ribu sementara rata-rata kematian harian menjadi sekitar 1.000.

Di Sao Paulo, negara bagian di Brazil yang paling parah terpukul oleh pandemi ini, pemerintah setempat mengumumkan restriksi paling ketat pada Senin lalu. Hanya pemberi jasa esensial seperti supermarket dan apotik yang diizinkan beroperasi setelah pukul 8 malam, termasuk pada akhir pekan dan hari-hari libur. Banyak negara bagian lainnya yang juga terpukul yang meluncurkan langkah-langkah pembatasan.

Menurut Isabella Ballalai, wakil presiden Brazilian Society for Immunology,Brazil harus meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberlakukan langkah-langkah pencegahan epidemi yang lebih terkonsentrasi untuk mengatasi perebakan wabah secara efektif.

“Pemerintah harus berkomunikasi lebih baik dengan masyarakat untuk membuat masyarakat memahami bahwa meskipun restriksi dilonggarkan, wabah masih ada dan kehidupan belum kembali normal,” katanya dalam wawancara dengan China Central Television (CCTV).

Varian baru yang ditemukan di negara bagian Amazonas menambah keprihatinan. Beberapa pakar menyatakan bahwa menurut manifestasi klinis, varian baru ini lebih mudah menular dan pasien yang terjangkit mengalami kondisi yang lebih parah. (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini