-->
    |

Siswa Kelola Toko Kelontong Gratis untuk Warga

Para siswa membantu distribusi bantuan makanan di Houston Food Bank di Houston, Texas (foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com -
Anthony Love, kepala sekolah SMA Linda Tutt di kota Sanger, Texas, melihat banyak keluarga siswa di rayon sekolahnya yang hidup di bawah garis kemiskinan semasa pandemi ini, sehingga mereka membutuhkan bantuan, termasuk dari sekolah.

“Kami telah melihat siswa-siswa yang memerlukan baju, apakah itu jaket untuk musim dingin ini, sepatu, atau bantuan makanan untuk keluarga mereka. Menurut pihak sekolah, ini benar-benar dapat dikerjakan,” papar Anthony Love.

Karena itu pada November lalu, sewaktu ditawari bantuan keuangan dari beberapa bisnis lokal, ia memutuskan membuka sebuah toko kelontong yang dikelola para pelajar di SMA Linda Tutt. Mereka memberikan makanan gratis dengan menggunakan sistem poin pada keluarga-keluarga yang membutuhkan.

Toko ini buka setiap hari kerja bagi para siswa dan staf sekolah di rayon sekolah tersebut. Mereka juga buka setiap Selasa malam, mulai pukul enam hingga tujuh, untuk masyarakat selebihnya.

“Sekarang ini saya menjadi manajer toko dan saya menyusun inventaris. Saya membawa bahan makanan ke mobil-mobil,” kata Hunter Weertman, pelajar SMA tersebut.

Weertman mengatakan ia senang melihat penerima bantuan itu tersenyum dan menghargai sekali bantuan tersebut.

Orang tua Weertman juga merasa bangga atas pencapaiannya belakangan ini, baik sebagai pemimpin di toko maupun sebagai sukarelawan.

Terry Carr, ayah tiri Weertman mengatakan, "Kami berusaha mengajarinya pelajaran hidup setiap hari. Bagaimana memperhatikan bukan hanya diri sendiri, tetapi juga orang lain. Dan kami sangat senang ia giat di sini.”

Weertman mengatakan salah satu alasan mengapa toko ini penting adalah untuk memperlihatkan “kebaikan yang muncul semasa pandemi.”

Gagasannya adalah memberi pelajar keterampilan kerja, dan pada saat bersamaan juga membantu para siswa, staf sekolah dan warga setempat yang memerlukan bantuan. Toko ini juga memiliki satu tujuan lain: mengajari para siswa mengenai betapa bernilainya melakukan kegiatan pengabdian kepada komunitas mereka.

Kepala Sekolah SMA Linda Tutt Anthony Love mengemukakan, “Kami berusaha menyebarkan hal-hal baik dan kami ingin anak-anak kami melangkah maju dan terus berbuat kebaikan bagi komunitas dan orang-orang di sekitar mereka.” (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini