-->
    |

Regulator Obat Eropa Kaji Vaksin 'Sputnik' Rusia

Emer Cooke, Direktur eksekutif regulator obat Eropa (EMA). (foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com
- Direktur eksekutif regulator obat Eropa, European Medicines Agency (EMA), Selasa (23/3) mengatakan sedang mengevaluasi vaksin COVID-19 Sputnik V buatan Rusia untuk kemungkinan otorisasi penggunaannya di Uni Eropa.

Dalam komentarnya kepada anggota Parlemen Eropa, Direktur Eksekutif EMA Emer Cooke mengatakan badan tersebut juga merencanakanuntuk meninjau pabrik dan lokasi klinis di Rusia untuk memastikan produksi vaksin tersebut memadai.

Vaksin itu dipandang dengan skeptis oleh beberapa negara ketika Rusia mulai mendistribusikannya ke negara-negara negara Eropa sebelum dievaluasi oleh badan regulator obat termasuk EMA dan Organisasi Kesehatan Dunia.

Cooke mengatakan vaksin itu diharapkan akan menjadi "vaksin yang berharga untuk menambah jumlah vaksin bagi penduduk Eropa.” Ia juga meyakinkan anggota parlemen Uni Eropa bahwa badan tersebut berkomitmen untuk menerapkan standar dan pengawasan yang sama seperti pada penilaian ilmiah lainnya.

Cooke mengatakan badan tersebut juga sedang meninjau atau mengevaluasi dengan cepat - vaksin buatan Novavax dari Amerika dan perusahaan Curevac dari Jerman.

Ia juga menyambut baik data baru tentang vaksin AstraZeneca yang tersedia dari hasil uji coba AS, dengan mengatakan informasi itu sangat menjanjikan dan menunjukkan kemanjuran yang lebih besar dari yang diperkirakan.

AstraZeneca Senin melaporkan vaksin COVID-19 buatannya memberikan perlindungan yang kuat di kalangan orang dewasa dalam sebuah penelitian yang telah lama dinantikan di AS. Sebagian pakar mengharap temuan ini akan membantu membangun kembali kepercayaan publik terhadap vaksin itu di seluruh dunia dan membawanyaselangkah lebih dekat pada persetujuan penggunaannya di Amerika.

Pejabat kesehatan federal AS Selasa pagi mengatakan hasil penelitian itu mungkin termasuk "informasi yang sudah tidak berlaku lagi" dan bisa berarti perusahaan itu memberikan pandangan yang tidak lengkap mengenai data kemanjurannya.

Ketika ditanya tentang perkembangan itu, Cooke mengatakan perusahaan Astrazeneca berjanji untuk memberikan data kepada EMA dan kantornya akan menyesuaikan penilaiannya berdasarkan informasi baru, jika diperlukan. (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini