-->
    |

Bisnis Adopsi Hewan Peliharaan di AS Berkembang Pesat

Anjing-anjing bermain di taman khusus untuk anjing. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com -
Olive adalah seekor anjing Labrador Retriever yang tampaknya tidak suka dipotret. Anjing betina ini diadopsi dua bulan silam.

Pemiliknya, Shaila Manyam, mengatakan, “Saya punya anjing Labrador selama sekitar 14 tahun. Sayangnya, saya kehilangan dia karena kanker pada awal pandemi tahun lalu. Jadi, sekitar akhir Januari… Tetapi hampir setahun kemudian saya menemukan Olive, atau, mungkin harus saya katakan, Olive menemukan saya!.”

Sebuah kelompok sukarelawan lokal membantu Shaila Manyam menemukan Olive, yang kemudian ia adopsi. Proses ini secara keseluruhan memakan waktu enam bulan. Tetapi Manyam tahu sedari awal bahwa ia ingin mengadopsi Olive dan memberinya tempat tinggal permanen.

Maraknya adopsi hewan peliharaan yang dimulai pada Maret 2020 setelah pandemi melanda Amerika tidak pernah surut lagi. Karantina dan lockdown membuat orang merasa senang memiliki hewan peliharaan.

Ashley Valm, Direktur Adopsi Humane Rescue Alliance melalui Skype mengemukakan, “Kami tidak melihat ada perubahan. Orang-orang masih sangat gembira untuk mengadopsi dan benar-benar bersemangat untuk memelihara sementara, khususnya anjing dan kucing.”

Humane Rescue Alliance adalah salah satu tempat penampungan hewan tertua di kawasan Washington D.C. Dan meskipun pada awal musim semi 2020 mereka memiliki 30 ekor anjing di tempat penampungan itu, tahun ini jumlahnya setengah dari angka tersebut.

Bagi kebanyakan orang, memiliki hewan peliharaan di rumah berarti memiliki dukungan emosi yang tak ternilai, baik bagi mereka maupun bagi anak-anak mereka.

Valm menambahkan, “Ada beberapa anjing kecil, yang diadopsi untuk menjadi hewan pendukung emosi untuk anak-anak dengan autisme, PTSD (gangguan stres pascatrauma) atau sejumlah isu lain yang benar-benar membutuhkan pertolongan.”

Yang lainnya menginginkan hewan peliharaan sebagai teman. Julie Rukavina, yang melakukan karantina mandiri selama berbulan-bulan, mengatakan, tanpa anjing chihuahua-nya, ia akan mengalami karantina yang jauh lebih sulit. Ia mengatakan,“Saya dapat selalu berdekapan dengannya. Ia suka meringkuk. Ia selalu berada di dekat saya.”

Pada tahun lalu, beberapa teman Rukavina mengikuti jejaknya dan mengadopsi anjing dari sebuah tempat penampungan hewan. Para sukarelawan juga dengan gembira melaporkan bahwa terlepas dari kekhawatiran banyak hewan akan dikembalikan dengan dilonggarkannya berbagai restriksi akibat pandemi, hal tersebut tidak pernah terjadi. (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini