-->
    |

Pemimpin Redaksi Venezuela Kecam Penyitaan Kantor Harian 'El Nacional'

Kantor harian "El Nacional" di Caracas disita oleh Garda Nasional atas perintah pengadilan Venezuela (foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com -
Salah satu surat kabar tertua di Venezuela hari Jumat (14/5) diusir dari gedungnya sendiri setelah anggota Garda Nasional, didampingi oleh hakim, mengeksekusi perintah pengadilan.

Kantor harian "El Nacional" di Caracas disita sebagai bagian dari kasus pencemaran nama baik di mana pengadilan memerintahkan kantor media itu untuk membayar lebih dari $13 juta kepada Diosdado Cabello, seorang pejabat tinggi di Partai Sosialis yang berkuasa di Venezuela dan mantan ketua Majelis Nasional.

Miguel Henrique Otero, pemimpin redaksi surat kabar yang tinggal di pengasingan di Madrid, Spanyol, membandingkan perintah pengadilan itu dengan "perampokan" dan menyebutnya bukti bahwa kebebasan pers sudah tidak ada lagi di Venezuela.

Pada bulan April, Kamar Kasasi Sipil Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan El Nacional untuk membayar ganti rugi kepada Cabello sebagai bagian dari gugatan pencemaran nama baik yang diajukan setelah kantor tersebut menerbitkan ulang artikel kantor berita Spanyol ABC.

Cabello membantah memiliki kaitan apa pun dengan penyelundupan narkoba.

Otero mengatakan penyitaan itu "lebih buruk daripada perampasan" di mana pemerintah mengambil kepemilikan properti untuk kepentingan publik tanpa melibatkan prosedur hukum apa pun.

Pengacara "El Nacional" berencana untuk mengajukan banding. Karena kelompok media itu hanya menerbitkan secara online, maka mereka masih mampu memproduksi konten berita.

"Nilai bangunan tidak ada hubungannya dengan kompensasi," kata Otero, seraya menambahkan ia yakin kerugian adalah "nilai sewenang-wenang" yang tidak bisa dibenarkan.

Wartawan itu membandingkan kasus ketika Venezuela mengambil alih studio Radio Caracas TelevisiĆ³n (RCTV) pada tahun 2007. Pemerintah Hugo Chavez saat itu menolak memperbarui izin televisi tersebut dan pengadilan memerintahkan militer untuk menguasai peralatan dan instalasi RCTV, yang saat itu dilaporkan oleh kantor berita Reuters.

RCTV digantikan oleh saluran televisi TVES yang dikelola pemerintah.  (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini