-->
    |

Penanaman Pohon, Mengenang Korban COVID-19 Kolombia

Orang-orang yang kerabatnya meninggal akibat COVID-19 menyebar abu jenazah di pohon yang mereka tanam untuk mengenang orang yang mereka cintai, di cagar alam Paramo de Guerrero, di Cogua, dekat Bogota, Kolombia, 21 Juni 2021.
(Foto:VOA) 

Kapuasrayatoday.com - Alejandra Arenas memenuhi permintaan ayahnya, sebelum meninggal karena COVID-19 dua pekan lalu, agar abunya dikubur dengan sebuah pohon.

Seperti Alejandra, ratusan keluarga Kolombia yang kehilangan orang terkasih selama pandemi telah menanam lebih dari 3.000 pohon di Cagar Alam "El Pajonal de Cogua", 70kilometer dari Bogotá.

Menurut otoritas kesehatan, Kolombia berada di puncak pandemi pada saat membuka kembali perekonomian dan kerumunan besar-besaran dari demonstrasi anti-pemerintah.

Dengan angka yang menyakitkan, Kolombia melampaui 100 ribu kematian akibat COVID-19 dalam beberapa hari terakhir, bergabung bersama sepuluh negara dengan jumlah kematian tertinggi selama 15 bulan pandemi.

Gagasan menanam pohon sebagai penghormatan bagi mereka yang meninggal dengan kelahiran 2011, pada awalnya bertujuan menghijaukan kembali wilayah Guerrero Páramo, berbagai ekosistem tundra dunia yang paling banyak "diintervensi", dengan pertanian dan penambangan terbuka.

Namun, selama pandemi, proyek tersebut memberi arti tambahan, membantu keluarga melalui proses berduka mereka. Hal itu diungkapkan oleh Margarita Ballesteros, direktur urusan lingkungan Colombian Reserve of Life, yang bertanggung jawab untuk melestarikan cagar alam.

Proyek serupa sedang dilaksanakan di berbagai wilayah Kolombia.

Pemerintah Kolombia berjanji untuk mendirikan "Forest of Hope" atau Hutan Harapan di waduk Tominé, yang terletak di tengah negara Amerika Latin itu.

(VOA) 

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini