-->
    |

Powell: Inflasi Tinggi Bersifat Sementara akan 'Berkurang'



Ketua Federal Reserve Jerome Powell saat memberi kesaksian di hadapan komite Senat AS, mengenai krisis virus corona di Capitol Hill, Washington, Selasa, 22 Juni 2021. (Foto: VOA) 

Kapuasrayatoday.com - Ketua Federal Reserve Jerome Powell, Selasa (22/6), menanggapi kekhawatiran beberapa anggota Kongres dari Partai Republik terkait lonjakan inflasi. Dia mengulangi pandangannya bahwa kenaikan harga saat ini kemungkinan akan berlangsung sementara.

Harga konsumen pada Mei mengalami kenaikan terbesar dalam 13 tahun dengan melonjak 5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Anggota DPR dari Partai Republik berusaha menyalahkan inflasi yang lebih tinggi itu pada paket bantuan ekonomi Presiden Joe Biden senilai $1,9 triliun, yang disetujui Maret lalu, dalam upaya untuk merebut kembali kursi DPR tahun depan.

"Agenda inflasi Biden dengan terlalu banyak uang dibelanjakan dengan terlalu sedikit barang menyebabkan kerugian besar bagi kelompok pekerja," kata Steve Scalise dari Louisiana, pemimpin nomor dua Partai Republik.

Powell menghindar untuk berpartisipasi dalam debat kebijakan tersebut, meskipun para anggota Kongres dari Partai Demokrat dan Partai Republik berupaya untuk menariknya terlibat dalam beberapa argumentasi.

Dalam kesaksian di depan panel pengawasan kongres, Powell mengatakan bahwa kenaikan harga baru-baru ini sebagian besar mencerminkan kemacetan sementara aliran pasokan, sekaligus menyebutkan fakta bahwa harga musim semi lalu, turun tajam pada awal pandemi. Itu mengakibatkan munculnya angka inflasi sekarang, yang dinilai jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Sebagian besar kenaikan harga terjadi dalam kategori seperti mobil bekas, tiket pesawat, dan kamar hotel, kata Powell, di mana permintaan melonjak karena ekonomi dibuka kembali dengan cepat, menyebabkan banyak perusahaan tidak siap.

"Itu adalah hal-hal yang tetap kami perhatikan, untuk menghentikan kenaikan dan akhirnya mulai mengalami penurunan ketika situasi itu selesai dengan sendirinya," kata Powell. "Hal-hal itu bukan merupakan ekonomi yang ketat secara luas - hal yang telah menyebabkan inflasi tinggi dari waktu ke waktu."

Powell mengakui bahwa "efek itu lebih besar dari yang diharapkan. Itu mungkin berubah menjadi lebih persisten dari yang kita harapkan." Namun, ia menambahkan, "data yang masuk sangat konsisten dengan pandangan bahwa ini adalah faktor-faktor yang akan berkurang seiring berjalannya waktu. Inflasi kemudian akan bergerak turun menuju target yang hendak kita capai."

Ia tidak memperinci data mana yang dimaksud, tetapi harga-harga kebanyakan komoditas, seperti kayu dan tembaga, yang meningkat tajam selama pandemi, telah mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.  (VOA) 

 

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini