-->
    |

Klaster COVID-19 di Nashville Terkait dengan Pertemuan Keagamaan

Perawat Matt Robinson, Koordinator Perawatan Pasien di Unit COVID-19 Rumah Sakit Universitas Methodist, merawat pasien COVID-19 saat rumah sakit mempersiapkan distribusi vaksin Pfizer di Memphis, Tennessee. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com - Para pejabat kesehatan Tennessee mengatakan satu klaster kecil infeksi virus corona ada kaitannya dengan pertemuan Southern Baptist Convention di Nashville, menurut harian The Tennessean.

Pakar epidemiologi Leslie Waller dari Departemen Kesehatan Masyarakat Metro Nashville mengatakan kepada harian itu bahwa sekitar 10 infeksi telah ditemukan, tapi klaster itu hampir pasti lebih besar. Sekitar 18.000 orang menghadiri pertemuan tahunan dua hari itu dan kemudian pulang ke negara bagian asal mereka, kata laporan harian itu pada Jumat (9/7).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah meminta para pejabat kesehatan untuk menghubungi departemen Tennessee apabila mereka menemukan kasus-kasus lain, menurut Associated Press.Nashville telah mencabut mandat masker dan pembatasan mengenai pertemuan skala besar sekitar sebulan sebelum konvensi yang diadakan di dalam ruangan itu.


Mereka yang hadir kemungkinan besar belum divaksin. Sebuah jajak pendapat oleh Associated Press-Pusat Riset Urusan Publik NORC pada Maret mendapati bahwa 40% warga Protestan injili berkulit putih mengatakan mereka kemungkinan tidak akan divaksin, dibandingkan dengan 25% dari seluruh warga AS, 28% warga Protestan berkulit putih dan 27% warga Protestan non-kulit putih.

Seorang juru bicara komite eksekutif konvensi itu mengatakan pihaknya belum memberitahu peserta mengenai infeksi itu, tapi bekerja sama dengan para pejabat kesehatan untuk menentukan langkah berikutnya. (VOA)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini