-->
    |

Depkeu AS akan Lelang Obligasi untuk Galang $126 Miliar

Menteri Keuangan AS Janet Yellen(Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Departemen Keuangan AS pekan depan akan menggalang $126 miliar untuk membiayai pemerintah dengan menggelar rangkaian lelang. Dengan langkah-langkah darurat, mereka akan melakukan lelang itu tanpa melanggar batas utang yang baru diberlakukan.

Dalam pengumuman Rabu (4/8), Departemen Keuangan mengatakan, lelang adalah bagian dari operasi pengembalian dana triwulanan. Dana $126 miliar dikumpulkan dengan melelang surat utang berjangka tiga dan 10 tahun, dan obligasi 30 tahun. Lelang akan dilakukan pada Selasa hingga Rabu minggu depan.

Lelang akan mengumpulkan uang untuk membayar utang $58,6 miliar dalam bentuk surat utang dan obligasi yang akan jatuh tempo, sekaligus mengumpulkan sekitar $67,4 miliar uang tunai baru untuk menjaga agar pemerintah tetap beroperasi.Pagu utang pemerintah yang telah ditunda dua tahun, kembali berlaku 1 Agustus pada $28,4 triliun, tingkat utang itu naik sejak batas itu ditangguhkan. Dalam periode itu, defisit tahunan federal mencapai rekor $3,4 triliun tahun lalu karena pemerintah menyetujui bantuan triliunan dolar untuk ekonomi yang terimbas pandemi global.

Menteri Keuangan Janet Yellen telah meminta Kongres agar segera mencabut atau menangguhkan batas pinjaman supaya pemerintah terhindar dari gagal bayar utang, sesuatu yang Yellen katakan akan menjadi "bencana".

Pejabat keuangan mengatakan Rabu bahwa mereka masih tidak memiliki perkiraan, kapan pemerintah akan kehabisan ruang manuver untuk menggunakan apa yang disebut "langkah-langkah luar biasa" untuk menghindari gagal bayar. Mereka mengatakan masalah pembiayaan yang tidak biasa akibat pandemi membuat mereka sulit memprediksi.

Kantor Anggaran Kongres memperkirakan bulan lalu bahwa Departemen Keuangan bisa kehabisan ruang manuvernya pada Oktober atau November. Kebutuhan menghadapi pagu utang mungkin akan timbul ketika Demokrat dan Republik berdebat soal pengesahan undang-undang infrastruktur yang tertunda.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini