-->
    |

Otoritas Nigeria Sita Trenggiling Bersisik yang akan Diekspor

Seekor trenggiling yang baru diselamatkan dari pedagang satwa liar tampak di Green Finger Garden di Lagos, Nigeria, 29 Juli 2020. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Pejabat bea cukai Nigeria mengumumkan telah menggerebek perdagangan satwa liar trenggiling bersisik terbesar ketiga di negara itu dan menangkap tiga warga negara asing.

Pembatasan perjalanan akibat pandemi telah mengurangi perdagangan ilegal hewan trenggiling yang terancam punah itu ke Asia, yang sisiknya digunakan untuk pengobatan tradisional. Namun para ahli mengatakan, penggerebekan bulan Juli di gudang Lagos itu menunjukkan para pedagang telah menimbun bagian-bagian tubuh satwa liar, sambil menunggu dilonggarkannya larangan bepergian.

Pihak berwenang pekan ini menunjukkan barang-barang yang disita pada sebuah briefing di Lagos. Mereka mengatakan, 196 karung trenggiling bersisik seberat 7,1 ton disita dalam penggerebekan itu, bersama dengan 840 kilogram gading gajah.

Joseph Attah adalah petugas humas di Layanan Bea Cukai Nigeria. Dalam konferensi pers dengan wartawan, ia membahas kasus itu dan upaya Nigeria untuk mengekang perdagangan ilegal.

“Permintaannya dan sumbernya bukan di Nigeria dan mereka yang terlibat kebanyakan bukan orang Nigeria. Nigeria hanya sebagai negara yang digunakan sebagai jalur transit. Untuk itu Nigeria bekerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan bahwa kami tidak akan pernah lagi digunakan sebagai pusat transit."

Pihak berwenang mengatakan, operasi bersama dengan Komisi Keadilan Satwa Liar (Wildllife Justice Commission/WJC) yang berpusat di Belanda, berhasil menangkap tiga tersangka. Para pejabat juga mengatakan mereka yang ditahan tadinya akan menjadi penghubung dengan anggota geng lainnya, termasuk pemilik gudang Lagos.

Ini adalah penyitaan trenggiling bersisik terbesar kesembilan secara global sejak 2019 dan ketiga di Nigeria dalam periode yang sama.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini