-->
    |

Presiden Ukraina Berjanji Melakukan Apapun Untuk Menyatukan Negeri

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan konferensi pers pada akhir KTT Uni Eropa-Ukraina di Dewan Eropa di Brussels, Belgia, 6 Oktober 2020. (Foto:VOA)

Kapuasrayatodat.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Senin (23/8), berjanji akan melakukan apapun yang dapat dilakukannya untuk mempersatukan kembali Semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia tujuh tahun lalu. Ia menyerukan dukungan internasional dalam melakukan upaya itu.

Berbicara di KTT Crimean Platform, Zelensky mendesak warga Ukraina untuk menekan Rusia terhadap pencaplokan wilayah tahun 2014 yang oleh sebagian besar negara telah dikecam sebagai langkah yang ilegal. Pasca pencaplokan ini hubungan Rusia dan negara-negara Barat anjlok di posisi terendah pasca Perang Dingin.

Dalam sambutan pembukaannya, Zelensky berjanji “untuk melakukan segala hal yang dapat dilakukannya untuk mengembalikan Krimea agar wilayah itu – bersama dengan wilayah Ukraina lainnya – menjadi bagian dari Eropa.”Para pejabat tinggi dari 46 negara dan blok ikut serta dalam KTT itu, termasuk dari Amerika, Uni Eropa dan Turki.

Juru bicara Rusia Dmitry Peskov mengecam KTT itu sebagai “acara anti-Rusia.”

Zelensky menuduh Rusia telah mengubah Krimea menjadi “pangkalan militer” dan “pijakan bagi Rusia untuk meningkatkan pengaruh di wilayah Laut Hitam.” Ditambahkannya, Rusia telah melipatgandakan kehadiran militernya di Krimea.

April lalu Rusia menambah jumlah pasukannya di dekat perbatasannya dengan Ukraina, termasuk di Krimea, yang menimbulkan kemarahan internasional.Rusia pada 23 Juni mengatakan salah satu kapal perangnya di Laut Hitam telah melepaskan tembakan peringatan dan sebuah pesawat tempurnya menjatuhkan bom di jalur pelayaran HMS Defender – kapal perusak milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris – untuk mengusir kapal itu dari daerah dekat Krimea yang diklaim Rusia sebagai miliknya.

Inggris, sebagaimana sebagian besar negara lain, tidak mengakui aneksasi Rusia atas Krimea, dan bersikeras agar HMS Defender tidak ditembaki; dan mengatakan kapalnya sedang berlayar di perairan Ukraina.

Seluruh 30 negara anggota NATO ikut hadir dalam KTT di Ukraina itu.(VOA)







Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini