-->
    |


Tinjau Tataniaga TBS, Tim TP4D Sekadau Lakukan Monev Ke PKS TBSM

 


Sekadau,Kapuasrayatoday.com - 

Semrautnya tataniaga tandan buah segar (TBS) akhir - akhir ini, sebagai efek tinginya permintaan pasar globar terhadap Crue Pam Oil (CPO) membuat harga TBS kian meroket. 

Meroketnya harga TBS membuat tata niaga di tingkat petani menjadi tidak kondusif dan cenderung seperti pasar bebas baik di tingkat petani maupun di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS).

Untuk mendapat pasokan TBS ada beberapa PKS memberlakukan harga pembelian TBS berpariasi sesuai dengan tempat asalnya. Semakin jauh tempat asalnya semakin tinggi harganya.

Untuk menertibkan tataniaga tersebut, tim TP4D kebupaten Sekadau melakukan monev ke PKS milik PT.Tinting Boyok Sawit Makmur (PT.TBSM) pada Senin (18/10) 2021.

Monev dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Sekadau Paulus Yohanes, didampingi Plt.Kabag Perekonomian Fran Dawal, Kabid Perkebunan Ifan Nurpatria beserta staf, kabid perdagangan Jihon, ketua Serikat Petani Kelapa.Sawit (SPKS) Bernadus Mohtar, Manager pemasaran Budianto, Manager PKS Yohanes, Manager Publik Relasion (PR) Yusman dan sejumlah awak media.



Dalam arahannya asisten II Paulus Yohanes mengharapkan, dengan hadirnya perusahaan di daerah diharapkan dapat memberikan konstibusi besar terhadap perekonomian masyarakat sekitar selain Itu dana coorporate sosial responsibility (CSR) juga bisa lebih terarah kata Paulus Yohanes.

Frans Dawal Plt kabag Perekonomian setda Sekadau merasa sangat prihatin dengan tataniaga yang ada saat ini.

Padahal sambung Dawal, dalam Pergub 63 tahun 2018 tentang tataniaga TBS pekebun sudah jelas di atur.



Namun untuk mengatasi semrautnya tataniaga TabS perlu komitmen kita bersama dalam penyusunan dan memverifikasi indek "K" sebab Pemerintah selain menjaga investor juga perlu melakukan pembinaan terhadap petani mandiri.

Kabid perdagangan Jihon mengatakan pada saat melakukan verifikasi indek "K". sebisa mungkin pihak perusahaan membawa perwakilan dari kelompok tani agar para pengurus kelompok tani bisa paham mengenai apa saja yang kita bahas.

Masalah ijin RAM, sampai saat ini tidak ada komitmen dari Pemkab, masalah OSS karena itu bisa di douwnload secara mandiri maka itu bisa dilakukan. Namun komitmen pemerintah dari bidang perkebunan tidak bisa terbit kata Johon menjelaskan.

Ketua SPKS kabupaten Sekadau Bernadus Mohtar mengimbau kepada perusahaan agar mengutamakan atau bermitra dengan kelompok tani hal itu penting kita lakukan agar tidak terjadi hal - hal yang tidak kita inginkan.

Manager pasaran PT. TBSM, Parna Agromas dan PT.GUM Budianto menjelaskan, mengenai terjadinya persaingan harga hal tersebut terpaksa dilakukan untuk mencukupi kebutuhan buah agar PKS bisa mengolah TBS.

Manager PKS PT.TBSM Yohanes menjelaskan saat ini kapasitas pabrik yang dulunya 30 ton/jam saat ini sudah ditingkatkan kapasutasnya menjadi 40 ton/jam dan baru sudah Pks kita dulu 30/jam.



Usai berdiskusi, tim melakukan peninjauan ke area PKS saat sedang beroprasi melakukan pengolahan.

Penulis.  Sudarno

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini