-->
    |


Berselisih dengan Inggris, Nelayan Prancis Ancam Blokir Pelabuhan dan Terowongan

Nelayan Inggris berdiri di atas kapal pukat 'Cornelis-Gert Jan' di pelabuhan Le Havre, Prancis utara pada 28 Oktober 2021, setelah ditahan oleh otoritas Prancis. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com - Nelayan-nelayan Prancis mengancam akan memblokir pelabuhan-pelabuhan negara itu dan terowongan yang membentang di bawah permukaan air Selat Inggris, Jumat (26/11), untuk mengganggu aliran barang ke Inggris, menyusul perselisihan tentang izin penangkapan ikan pasca-Brexit.

Ini adalah titik ketegangan terbaru antara kedua negara bertetangga itu, yang juga saling menyalahkan karena tidak berbuat cukup untuk mencegah kematian sedikitnya 27 migran yang kapal mereka tenggelam, Rabu lalu, di lepas pantai Calais.

Nelayan-nelayan Prancis marah pada pemerintah Inggris karena tidak memberikan lebih banyak izin untuk menangkap ikan di perairan Inggris, dan marah pada pemerintah mereka sendiri karena tidak berbuat lebih banyak untuk membela mereka.Industri perikanan secara ekonomi kecil tetapi secara simbolis penting bagi Inggris dan Prancis.

Olivier Lepretre, presiden komite perikanan regional Prancis, mengatakan kepada wartawan, ancaman blokade pada hari Jumat pada prinsipnya seperti sebuah tembakan peringatan.

Para nelayan diperkirakan akan menggunakan kapal-kapal mereka untuk memblokir pelabuhan-pelabuhan di Calais, Saint-Malo dan Ouistreham, dan menggunakan mobil-mobil mereka untuk memblokir sebuah jalan raya menuju terowongan di bawah Selat Inggris.Protes nelayan Prancis itu untuk menanggapi sikap Inggris yang menghina, kata Gerard Romiti, presiden komite perikanan nasional Prancis, kepada wartawan.

Seorang juru bicara Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Inggris kecewa dengan ancaman protes itu.

Sebelum Brexit, para nelayan Prancis bisa menangkap ikan jauh di dalam perairan Inggris. Sekarang mereka perlu memperoleh izin khusus dari otoritas Inggris untuk beroperasi di daerah tertentu. Sebagian besar kapal Prancis sebetulnya telah menerima lisensi khusus itu.(VOA)







Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini