-->
    |

Negara-negara Sepakat Ciptakan Jalur Pelayaran Hijau, Kejar Karbon Nol

Koalisi 19 negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat sepakat membuat rute pengiriman perdagangan emisi nol antar pelabuhan, untuk mempercepat dekarbonisasi industri maritim global, Rabu (10/11). (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com -  Sebuah koalisi 19 negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat hari Rabu (10/11) sepakat untuk membuat rute pengiriman perdagangan emisi nol antar pelabuhan untuk mempercepat dekarbonisasi industri maritim global, kata para pejabat yang terlibat.

Pengiriman, yang mengangkut sekitar 90 persen perdagangan dunia itu menyumbang hampir tiga persen emisi CO2 dunia.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengatakan badan perkapalan PBB itu bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca dari kapal secara keseluruhan hingga 50 persen dari angka tahun 2008 pada tahun 2050. Sasaran itu tidak selaras dengan Perjanjian Paris 2015 terkait perubahan iklim dan sektor ini berada di bawah tekanan agar lebih bersemangat.

Negara-negara penandatangan yang terlibat dalam 'Deklarasi Clydebank', yang diluncurkan pada KTT iklim COP26 di Glasgow, setuju untuk mendukung pembentukan sedikitnya enam koridor hijau tahun 2025, yang akan membutuhkan pengembangan pasokan bahan bakar emisi nol, infrastruktur yang diperlukan untuk dekarbonisasi dan kerangka kerja peraturan.

"Aspirasi kami adalah agar lebih banyak koridor yang beroperasi pada tahun 2030," kata pernyataan misi mereka.

Menteri Kelautan Inggris Robert Courts mengatakan negara tidak akan dapat melakukan dekarbonisasi rute pelayaran tanpa komitmen dari sektor swasta dan non-pemerintah.

"Inggris dan banyak negara lain, perusahaan dan LSM percaya bahwa pengapalan internasional emisi nol dimungkinkan pada tahun 2050," kata Courts pada acara peluncuran.

Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg mengatakan deklarasi itu merupakan "langkah maju yang besar untuk koridor pelayaran hijau dan tindakan kolektif".

Buttigieg menambahkan Amerika Serikat "menekan IMO untuk mengadopsi sasaran emisi nol untuk pengapalan internasional pada tahun 2050".

Sekretaris Jenderal IMO Kitack Lim hari Sabtu (6/11) mengatakan "kita harus meningkatkan semangat, mengikuti perkembangan terbaru dalam komunitas global."(VOA)




Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini