-->
    |


Bantu Kakak yang Tersandung Skandal, Chris Cuomo Dipecat CNN


Presenter berita CNN, Chris Cuomo, dalam sebuah acara di Los Angeles, California, 10 Oktober 2019. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - CNN memecat presenter berita Chris Cuomo setelah muncul rincian tentang bagaimana ia membantu kakaknya, mantan gubernur New York Andrew Cuomo, ketika politisi itu menghadapi tuduhan pelecehan seksual tahun ini.

Sebelumnya, jaringan TV itu menskors Chris pekan ini untuk menyelidiki keterlibatannya dengan pembelaan kakaknya.

"Kami telah menyewa sebuah firma hukum terkemuka untuk melakukan peninjauan, dan telah memberhentikannya, efektif segera," kata CNN dalam pernyataan. "Ketika proses peninjauan itu berjalan, informasi tambahan telah muncul. Meski telah diberhentikan, kami akan tetap menyelidikinya."

Jaringan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Chris mengatakan lewat Twitter bahwa ia bangga dengan pekerjaan yang ia lakukan di jaringan itu.

"Saya tidak mau berakhir di CNN dengan cara ini, tapi saya telah memberitahu kalian kenapa dan bagaimana saya membantu kakak saya. Meski ini mengecewakan, saya tetap bangga dengan tim Cuomo Prime Time dan pekerjaan yang kami lakukan sebagai acara #1 CNN pada jam yang paling kompetitif," katanya.

Ketika kakaknya, Gubernur Andrew Cuomo, menghadapi tuduhan pelecehan seksual, Chris yang merupakan seorang jurnalis menggali informasi mengenai para perempuan yang menuduh kakaknya, lalu menyampaikan temuannya kepada Andrew.

Jaksa Agung Letitia James mengatakan berdasarkan pemeriksaan email dan transkrip kesaksian Chris, pegawai CNN itu ikut menyusun respons Andrew terhadap tuduhan-tuduhan itu.

Kantor kejaksaan mendapati Andrew melakukan pelecehan seksual kepada sedikitnya 11 perempuan.

Chris sebelumnya telah mengaku ia berbicara dengan kakaknya dan menawarkan masukan ketika gubernur itu menghadapi tuduhan pelecahan seksual. Namun, rincian lebih banyak muncul mengenai bantuan yang ia berikan.

Andrew mengundurkan diri pada Agustus untuk menghindari kemungkinan sidang pemakzulan.(VOA)



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini