-->
    |

Media Pemerintah Iran Klaim Pengorbitan Satelit Militer Kedua

Gambar ini diambil dari rekaman video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah Iran pada hari Selasa, 8 Maret 2022 ini menunjukkan peluncuran roket oleh Pengawal Revolusi Iran yang membawa satelit Noor-2 di timur laut Gurun Shahroud, Iran.(Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran berhasil mengorbitkan satelit militer kedua, Noor 2, kata media pemerintah negara itu, Selasa (8/3).

Pengumuman itu muncul ketika pembicaraan yang berlangsung di Wina dalam rangka menghidupkan kembali kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran sedang berada dalam tahap yang sangat menentukan.

Noor 2 mengorbit pada ketinggian 500 kilometer (311 mil). Satelit militer pertama, yang diluncurkan Republik Islam itu pada April 2020, menempatkan Noor, yang berarti "cahaya" dalam bahasa Persia, pada orbit 425km (265 mil) di atas permukaan bumi.

Penempatan satelit kedua di luar angkasa itu merupakan kemajuan besar bagi militer Iran, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap program nuklir dan rudal negara tersebut.Iran berencana mengirimkan serangkaian satelit militer ke orbit selama beberapa tahun mendatang, kata Komandan Antariksa Pengawal Garda Revolusi Angkatan Udara Ali Jafarabadi pada Selasa (8/3), sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Fars.

Jafarabadi menguraikan, “Kami akan meluncurkan serangkaian satelit Noor pada tahun-tahun mendatang. Program luar angkasa negara, di mana kami menjadi bagiannya, untuk menstabilkan berbagai satelit ilmiah, penelitian dan pertahanan di orbit rendah bumi kemudian mencapai orbit 36.000 kilometer di atas permukaan tanah.”

Militer AS mengatakan teknologi balistik jarak jauh sejenis yang digunakan untuk menempatkan satelit ke orbit itu juga memungkinkan Teheran untuk meluncurkan senjata jarak jauh, termasuk potensi hulu ledak nuklir.

Teheran menyangkal pernyataan AS bahwa kegiatan semacam itu adalah kedok untuk pengembangan rudal balistik dan menyatakan tidak pernah mengupayakan pengembangan senjata nuklirnya. (VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini