-->
    |

Menlu Irlandia Dievakuasi dari Podium di Irlandia Utara setelah Peringatan Keamanan


Seorang petugas (kanan) memberi tahu Menlu Irlandia Simon Coveney soal peringatan keamananan saat ia berpidato di Belfast, Irlandia Utara hari Jumat (25/3)(Foto:VOA)


Kapuasrayatoday.com - Polisi di Irlandia Utara mengatakan mereka mengamankan Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney dari sebuah acara di Belfast Jumat (25/3) karena kekhawatiran soal keamanan.

Coveney sedang berpidato pada acara proses perdamaian di kota itu ketika peringatan berbunyi, dan lokasi itu diamankan oleh pihak berwajib.

Dalam pernyataan yang diposting pada akun Twitter-nya, Polisi Belfast Utara menyatakan ada "peringatan keamanan" selama acara tersebut. Media lokal melaporkan insiden itu melibatkan sebuah mobil van yang dibajak di bawah todongan senjata. Pengemudi mobil itu dipaksa mengemudi ke tempat parkir di mana Coveney berpidato.Penyelenggara acara tersebut, kepada kantor berita Reuters mengatakan perangkat mencurigakan ditemukan di dalam van tersebut. Laporan media lokal mengatakan van itu ditemukan ditinggalkan di tempat parkir itu sementara pengemudi selamat. Tidak jelas apa yang terjadi pada penyerang itu. Polisi dilaporkan tetap berada di tempat kejadian dan mendesak masyarakat agar menghindari daerah tersebut.

Coveney, yang dilaporkan berbicara mengenai pentingnya rekonsiliasi di Irlandia Utara, baru berpidato sekitar lima menit ketika acara itu dihentikan.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan Coveney dibawa ke lokasi yang aman. Dari akun Twitter-nya, Coveney menyampaikan terima kasih kepada polisi yang menjalankan tugas mereka dan mengatakan ia "sedih dan frustrasi karena seseorang telah diserang & menjadi korban dengan cara ini serta mendoakan korban dan keluarganya."

Insiden itu terjadi tiga hari setelah Inggris untuk pertama kalinya menurunkan tingkat ancaman terorismenya terkait Irlandia Utara dalam lebih dari satu dekade, dengan polisi mengatakan operasi terhadap militan nasionalis Irlandia membuat kecil kemungkian terjadi serangan.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini