-->
    |

Kapal Migran Terbalik di Lepas Pantai Lebanon, Sedikitnya 6 Tewas

Petugas medis menunggu di dermaga saat tentara melakukan pencarian korban di lepas pantai kota Tripoli, Lebanon utara, 24 April 2022. Sedikitnya enam orang tewas, termasuk seorang gadis kecil. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Sedikitnya enam orang tewas, termasuk seorang gadis kecil, dan hampir 50 lainnya diselamatkan setelah sebuah kapal migran terbalik di lepas pantai Lebanon, kata media pemerintah. Kecelakaan itu merupakan tragedi terbaru di lepas pantai negara yang dilanda krisis itu.

Kapal tersebut terbalik pada Sabtu malam (23/4) di dekat kota pelabuhan Tripoli, Lebanon utara, titik keberangkatan bagi semakin banyak orang yang berusaha melarikan diri lewat laut yang berbahaya.

Kecelakaan maut itu, beberapa minggu menjelang pemilihan parlemen yang dijadwalkan pada 15 Mei, bukan yang pertama terjadi di negara yang dilanda krisis dan bergulat dengan kehancuran keuangan terburuknya itu.

Tapi kecelakaan itu merupakan pengingat suram akan penderitaan di balik semakin banyaknya orang, termasuk warga negara Lebanon dan pengungsi Suriah, yang mempertaruhkan nyawa mereka di laut untuk mencari masa depan yang lebih baik di luar negeri.

“Pasukan angkatan laut dan angkatan darat berhasil menyelamatkan 48 orang dan mengangkat mayat seorang gadis dari kapal yang tenggelam, yang mencoba menyelundupkan mereka secara ilegal,” kata militer dalam sebuah pernyataan.Dikatakan bahwa kapal yang berlayar dari wilayah Qalamoun selatan di selatan Tripoli itu terbalik karena kelebihan penumpang dan ketinggian air yang hampir membanjiri kapal. “Sebagian besar orang di kapal itu diselamatkan,” kata militer, tanpa menyebutkan kewarganegaraan mereka atau berapa banyak yang belum ditemukan.

“Operasi laut, darat dan udara sedang berlangsung untuk menyelamatkan mereka yang masih hilang,” katanya.

Militer mengatakan satu orang telah ditangkap karena dicurigai terlibat dalam operasi penyelundupan. Militer mengangkat lima mayat di lepas pantai Tripoli pada hari Minggu, menurut Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah, beberapa jam setelah mayat seorang gadis kecil ditemukan.

Salah seorang penumpang kapal yang selamat mengklaim sebuah kapal tentara mengejar kapal migran itu yang menyebabkannya tenggelam.

“Kapal patroli menabrak kapal kami dua kali ... untuk menenggelamkan kami,” kata pria itu kepada kantor berita AFP di pelabuhan, sebelum diminta diam dan dibawa pergi oleh sekelompok kerabat yang selamat.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini