-->
    |


Menteri Jerman Ungkap Rencana Pemadaman Listrik dan Penculikan Pejabat

Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser berbicara dalam presentasi mengenai dukungan Jerman terhadap pengungsi asal Ukraina di sebuah acara di Berlin, Jerman, pada 4 April 2022. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser pada Kamis (14/4) mengatakan anggota-anggota parlemen tidak perlu merasa terintimidasi dengan penangkapan empat orang tersangka ekstremis anti-pemerintah yang diduga berencana melakukan pemadaman listrik secara nasional dalam jangka waktu lama dan menculik tokoh-tokoh terkenal, termasuk Menteri Kesehatan Karl Lauterbach.

Jaksa di Koblenz dan kantor polisi urusan kriminal di negara bagian Rhineland-Palatinate mengatakan penyergapan dilakukan di 20 properti di seluruh Jerman pada Rabu (13/4), menyusul penyelidikan yang dilakukan sejak Oktober lalu.Para tersangka adalah anggota grup dialog di layanan pesan Telegram, yang disebut “United Patriots.”

Tim penyelidik mengatakan, para tersangka terkait dengan gerakan protes terhadap pembatasan sosial untuk meredam perebakan virus corona, juga dengan gerakan “Reich Citizens” yang menolak legitimasi konstitusi Jerman pasca Perang Dunia II dan perluasan pemerintah saat ini.

Secara keseluruhan, kedua belas orang tersebut kini tengah diselidiki.

Pihak berwenang mengatakan kelompok itu mendeklarasikan tujuan mereka untuk menghancurkan fasilitas pasokan listrik dan menimbulkan pemadaman listrik di seluruh Jerman dalam jangka waktu lama, guna menghasilkan “kondisi yang mirip dengan perang saudara” dan pada akhirnya akan menggulingkan sistem demokrasi negara itu.Baik Lauterbach dan kami sebagai demokrat tidak akan terintimidasi oleh hal ini,” ujar Faeser.

Polisi menyita 22 senjata api, termasuk senapan Kalashnikov, serta ratusan butir amunisi, ribuan uang tunai dalam bentuk euro, dan sejumlah emas batangan dan koin perak. Mereka juga menemukan sertifikat vaksinasi dan tes COVID-19 palsu.

Para tersangka, yang semuanya adalah warga negara Jerman, dituduh mempersiapkan aksi kekerasan serius dan melanggar undang-undang kepemilikan senjata api.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini