-->
    |


Tim Penyelidik: Pesawat Nirawak yang Jatuh di Kroasia Didapati Membawa Bom

Polisi dan tentara tampak berjaga di di lokasi jatuhnya pesawat di Zagreb, Kroasia, menyusul invasi Rusia ke Ukraina, pada 11 Maret 2022. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Tim penyelidik kecelakaan di Kroasia, pada Rabu (13/4), mengatakan sebuah pesawat nirawak militer yang tampaknya terbang jauh dari zona perang Ukraina di atas tiga negara anggota NATO, sebelum jatuh di ibu kota Kroasia, telah dipersenjatai dengan alat peledak.

Pesawat era Uni Sovyet dengan berat enam ton itu melayang tidak terkendali keluar dari Ukraina, menyebrang ke Rumania dan Hungaria, sebelum memasuki Kroasia dan jatuh di lapangan dekat asrama mahasiswa di Zagreb pada 10 Maret lalu.Sekitar 40 mobil yang diparkir di kawasan itu rusak dalam ledakan besar akibat jatuhnya pesawat nirawak itu. Tidak ada korban luka-luka dalam insiden tersebut.

Anggota tim penyelidik Kroasia mengatakan kepada wartawan, pecahan pesawat nirawak yang ditemukan di lokasi kecelakaan menunjukkan bahwa perangkat itu membawa “bom pesawat improvisasi” yang diisi dengan jenis bahan peledak yang masih belum diketahui.

Anggota tim penyelidik Kroasia, Mayor Mile Tomic, mengatakan “dengan tegas diketahui bahwa ini adalah pecahan bom udara OFAB 100-120.” Ia menambahkan bahwa “bom dan pemicunya dibuat di bekas Uni Soviet.”

Para penyelidik mengatakan mereka belum dapat mengkonfirmasi pihak mana dalam perang di Ukraina yang meluncurkan TU-141, yang awalnya digunakan dalam misi pengawasan.Tetapi mereka mengisyaratkan kemungkinan besar Ukraina yang meluncurkan pesawat nirawak itu karena jejak cat “segar” dari bendera biru dan kuning ditemukan pada puing-puing pesawat nirawak militer itu, yang juga tersemat tanda bintang merah yang merupakan simbol Angkatan Udara Rusia.

Rusia dan Ukraina telah sama-sama membantah meluncurkan TU-141 itu.

Pejabat NATO menolak mengomentari insiden itu hingga penyelidikan tuntas, namun aliansi itu telah meningkatkan pengawasan di area penerbangan di negara-negara dekat zona perang.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini