|

Pemkab Sekadau Gelar Rakor Tentang Peran Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Menghadapi Karhutla

 


Sekadau< Kapuasrayatoday.com - 

Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik serta Strategi Menghadapi Dampak Kemarau Panjang. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sekadau, Jumat (18/9/2026).

Rakor ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk merespons berbagai dampak multidimensi akibat kemarau panjang yang memengaruhi sektor perekonomian, pendidikan, kesehatan, hingga mobilitas masyarakat di Kabupaten Sekadau.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Mohammad Isa, menyampaikan bahwa selama ini fokus penanganan musim kemarau kerap hanya tertuju pada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta asap. Padahal, dampak kekeringan telah meluas dan mengganggu berbagai aktivitas utama masyarakat.

“Dampak kemarau panjang ini sangat luas. Masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, debit air sungai surut sehingga transportasi air terganggu, terutama di wilayah Tiga Belitang. Untuk mengatasi hambatan transportasi ke daerah Belitang, atas perintah Bupati, kita telah bekerjasama dengan Pemkab Sanggau dan perusahaan untuk memperbaiki akses jalan darat dari seberang Kapuas,” kata Isa.

Dia juga memaparkan dampak ekonomi lainnya, seperti penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit akibat terhambatnya pengangkutan CPO via jalur sungai, potensi kelangkaan BBM, hingga ancaman gagal panen di sektor pertanian.

“Saya berharap melalui rakor ini seluruh perangkat daerah dapat mengidentifikasi masalah riil di lapangan. Hasil pemetaan ini harus menjadi dasar penyusunan program antisipasi yang konkret, termasuk pada perencanaan anggaran Tahun 2027 mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asisten I) Setda Kabupaten Sekadau, Radius, menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan menyamakan persepsi serta merumuskan Rencana Aksi Daerah (RAD) sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Perangkat Daerah.

“berdasarkan informasi dari BMKG yang memprakirakan potensi kemarau dapat berlangsung hingga Februari 2027. Oleh karena itu, langkah antisipasi risiko tingkat tinggi harus dipersiapkan sejak dini.” katanya 

“Fokus mitigasi Pemkab Sekadau terbagi dalam empat sektor utama. Pertama, pemenuhan air bersih bagi masyarakat di luar jangkauan distribusi PDAM Sirin Meragun. Hingga saat ini, Pemkab bekerja sama dengan Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Kecamatan telah menyalurkan kurang lebih 700 ribu liter air bersih,” jelas Radius.

Fokus kedua adalah sektor kesehatan terkait mitigasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap. Fokus ketiga meliputi penyelenggaraan pendidikan, di mana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan edaran Belajar Dari Rumah (BDR). Fokus keempat adalah keterjangkauan logistik, BBM, serta pemeliharaan cadangan pangan daerah bagi para petani tradisional yang terdampak musim tanam.(tim/*)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini