-->
    |


Biden Berupaya Selesaikan RUU Anggaran Jaring Pengaman Sosial

Presiden AS Joe Biden tampil di acara yang digelar CNN di Baltimore Center Stage Pearlstone Theater, Kamis, 21 Oktober 2021, di Baltimore.(Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Minggu (24/10), melangsungkan pertemuan dengan dua senator utama di kediamannya di Delaware, untuk mencoba menyelesaikan rincian jaring pengaman sosial yang telah dikurangi, dan anggaran untuk pengendalian iklim yang akan disampaikan pada Kongres pada Senin (25/10)

Biden menjamu pemimpin mayoritas Senat dari Partai Demokrat Chuck Schummer dan Senator Joe Manchin dari negara bagian West Virginia, salah satu dari dua anggota Senat yang telah menyerukan pemangkasan besar-besaran terhadap anggaran bernilai $3,5 triliun yang diajukan presiden. Biden mengusulkan perluasan tunjangan pemerintah pada keluarga di AS, yang terbesar dalam lima dekade.

Dengan 100 anggota Senat yang terbagi rata antara Partai Republik dan Partai Demokrat, suara Manchin dan suara Senator Kyrsten Sinema dari negara bagian Arizona – dua anggota kaukus Partai Demokrat yang paling moderat – dan tentunya suara penentu dari Wakil Presiden Kamala Harris, menjadi kunci pengesahan rancangan undang-undang (RUU) itu.

Saat ini tidak ada anggota Partai Republik di Senat yang mendukung RUU itu.

Biden telah menyampaikan harapannya agar dapat mencapai kesepakatan itu pada akhir pekan ini. Dia mengakui kesepakatan itu akan menjadi rencana pengeluaran bernilai sekitar $2 triliun atau kurang di mana beberapa persyaratan, yaitu antara lain bebas kuliah selama dua tahun di community college; dikeluarkannya paket stimulus akhir; cuti berbayar dan asuransi gigi bagi warga lansia; dihapus atau ditangguhkan.

Dalam program “State of Union” di CNN, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan 90 persen langkah itu “telah disetujui” dan pada Minggu (24/10) ini sedang dirumuskan, di mana rincian finalnya akan segera diselesaikan. Ia mengatakan rancangannya akan dikirim ke DPR pada Senin (25/10). (VOA)



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini