-->
    |


Yunani Bantah Memata-matai Gerak-gerik Wartawan Investigasi

Foto ilustrasi yang diambil pada 21 Juli 2021 ini menunjukkan sebuah telepon genggam dengan gambar situs NSO Group asal Israel yang memiliki fitur spyware bernama Pegasus. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Pemerintah konservatif Yunani pada Senin (11/4) membantah terlibat dalam kasus dugaan kegiatan mata-mata terhadap seorang wartawan investigasi, melalui spyware yang tertanam di ponsel sang jurnalis.

Pernyataan pemerintah itu muncul setelah situs investigasi Yunani, Inside Story, pada hari Senin menduga telepon genggam wartawan keuangannya, Thanasis Koukakis, diretas.

Penuturan mereka mengutip laporan tiga halaman laboratorium asal Kanada, Citizen Lab, yang bermarkas di Universitas Toronto, yang mengungkap sejumlah kasus mata-mata sejenisTelepon genggam Koukakis terinfeksi spyware bernama Predator antara 12 Juli-24 September 2021, ungkap laporan Citizen Lab.

Malware itu tidak hanya bisa merekam perbincangan, tetapi juga meretas kata sandi, foto, riwayat internet hingga kontak yang ada pada telepon yang terinfeksi.

Juru bicara pemerintah, Yannis Economou, membantah pemerintah terlibat dalam urusan itu. Ia meminta “otoritas yang kompeten untuk melakukan tugas mereka untuk menjernihkan masalah ini dan agar keadilan ditegakkan.”

Dalam unggahan Twitternya, Koukakis telah mencatat pernyataan pemerintah dan mengaku dirinya tengah menunggu temuan penyelidikan ADAE, badan pemerintahan Yunani yang bertanggung jawab untuk urusan keamanan komunikasi dan privasi.

Laporan investigasi yang dilakukan Koukakis termasuk rangkaian laporan tentang bank Yunani, klaim pengeluaran di Kementerian Imigrasi serta mengenai kontrak pertahanan.

Jaringan Global Jurnalisme Independen pada Senin (11/4) mencuit pihaknya “khawatir” atas laporan bahwa spyware Predator telah digunakan untuk memata-matai Koukakis..Kami akan menuntut jawaban dari pemerintah Yunani,” tambahnya.

Masalah baru itu menyusul pertikaian yang terjadi pada bulan November, setelah harian sayap kiri Yunani, Efsyn, menerbitkan memo intelijen internal tentang para aktivis politik dan seorang wartawan.

Salah seorang menteri Yunani saat itu membantah adanya pengawasan pemerintah terhadap wartawan di Yunani.

Berdasarkan keterangan Citizen Lab, malware Predator dikembangkan oleh perusahaan bernama Cytrox, yang bermarkas di negara tetangga Yunani, Makedonia Utara.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini