-->
    |


Kisruh Muncul di Virginia akibat Protes yang Digelar di depan Rumah Hakim Mahkamah Agung AS

Gubernur Virginia Glenn Youngkin dalam sebuah kesempatan di Chantilly, Virginia, pada 3 November 2021.(Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Pejabat Fairfax County tidak mengacuhkan permintaan dari Gubernur Virginia Glenn Youngkin agar penegak hukum membentuk perimeter keamanan di seputar daerah tempat tinggal hakim-hakim Mahkamah Agung yang tinggal di county tersebut. Serangkaian protes terjadi di dekat rumah para hakim tersebut.

Youngkin, yang merupakan anggota Partai Republik, mengajukan permintaan itu pada Rabu (11/5) dalam sebuah surat kepada Dewan Pengawas County. Ia mengatakan protes seperti itu seharusnya dilarang.Saya pada dasarnya yakin demonstrasi dan unjuk rasa seperti itu harus dilarang di rumah para hakim karena itu merupakan intimidasi dan bisa mempengaruhi para hakim,” demikian bunyi surat Gubernur.

Tiga hakim Mahkamah Agung yaitu Samuel Alito, Amy Coney Barrett dan Clarence Thomas tinggal di wilayah tersebut. Rumah para hakim yang tinggal baik di dalam maupun di luar wilayah Fairfax County didatangi oleh para pemrotes menyusul bocornya sebuah draf opini yang berisi rencana penghapusan hak-hak aborsi yang tertuang dalam keputusan Roe vs Wade.

Namun, Ketua Dewan Pengawas Fairfax County, Jeff McKay, permohonan perimeter kemamanan dari sang gubernur itu tidak perlu dan tidak pantas. Menurutnya, pendirian perimeter itu akan menciptakan sebuah “cekpoin” yang bersifat tidak konstitusional serta melanggar hak Amandemen Pertama para pemrotes.

Ia juga mencatat bahwa protes yang berlangsung di depan rumah hakim Alito di Fort Hunt berlangsung damai.Kami menegakkan hukum yang bertujuan melindungi orang dan properti,” demikian ditulis McKay. “Petugas kami berkomitmen melindungi Amandemen Pertama, jaminan yang diberikan kepada mereka yang berkumpul dan melaksanakan hak kebebasanberbicara mereka."

Sementara itu, Polisi Fairfax County mengatakan lewat juru bicaranya bahwa mereka menyediakan staf tambahan sebagai tanggapan atas protes-protes yang direncanakan, guna “mempertahankan keselamatan dan keamanan publik sambil menjamin perlindungan terhadap hak Amandemen Pertama dilindungi."(VOA) 

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini