-->
    |


Brazil Didesak untuk Segera Temukan Dua Pria yang Hilang di Amazon

Para pekerja di Yayasan Masyarakat Adat (FUNAI) memegang poster berisi gambar jurnalis Inggris Dom Phillips (kiri) dan tokoh masyarakat adat Bruno Araujo Pereira dalam sebuah acara di Brasilia, Brazil, pada 9 Juni 2022. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com - Para editor berita terkemuka, anggota parlemen Amerika Serikat, bintang sepak bola dan selebriti Hollywood mendesak pihak berwenang Brasil untuk meningkatkan pencarian terhadap jurnalis Inggris Dom Phillips dan pejabat adat Bruno Pereira, yang hilang di Amazon, Brazil, pada akhir pekan lalu.

Phillips dan Pereira terlihat terakhir pada Minggu (5/6) pagi di Lembah Javari, wilayah pribumi terbesar kedua di Brazil yang terletak di daerah terpencil yang berbatasan dengan Peru dan Kolombia. Kedua pria itu berada di komunitas Sao Rafael dan kembali dengan perahu menuju kota terdekat Atalaia do Norte, tetapi tidak pernah tiba di sana.Para pemimpin adat di lapangan, anggota keluarga dan rekan-rekan Pereira dan Phillips menyatakan keprihatinan bahwa upaya pencarian yang dilakukan oleh pihak berwenang tidak cukup dan kurang terkoordinasi. Semakin banyak selebritis, politisi, kelompok masayarakat sipil, dan organisasi berita internasional bergabung dalam seruan mereka, meminta polisi, tentara, dan angkatan laut Brazil untuk meningkatkan upaya pencarian.

Aktor Mark Ruffalo menyerukan di Twitter untuk "tanggapan internasional," dengan menekankan semakin banyak jurnalis yang "diserang, dibunuh, atau dihilangkan."Di Los Angeles, tempat Presiden Brazil Jair Bolsonaro dan Presiden Joe Biden bertemu pada Kamis (9/6) malam, dua truk diparkir di tengah jalan dengan gambar besar Phillips dan Pereira. Tulisan "DOM & BRUNO hilang, di mana mereka?" terpampang di sana.

Beberapa anggota parlemen AS juga mencuit di Twitter yang menyerukan tindakan cepat, termasuk Senator Ed Markey, anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat, yang mengatakan pada Rabu (8/6) bahwa "Brazil tidak boleh menunda proses pencarian dan pertanggungjawaban."(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini