-->
    |


Brookings Paksa Purnawirawan Jenderal Cuti di tengah Penyelidikan FBI

Jenderal Purnawirawan John Allen memberikan kesaksian dalam sebuah sidang di Capitol Hill, Washington, pada 25 Februari 2015. Allen kini sedang berada di bawah penyelidikan FBI atas perannya dalam kasus lobi yang melibatkan Qatar. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com - Lembaga kajian ternama Brookings Institution menempatkan ketuanya, John Allen, dalam status cuti administratif. Hal tersebut dilakukan karena Jenderal Purnawirawan Marinir bintang empat itu tengah berada dalam penyelidikan federal atas lobi yang dilakukannya untuk negara Timur Tengah yang kaya Qatar.

Pengumuman yang disampaikan Brookings itu muncul sehari setelah kantor berita Associated Press melaporkan pengajuan pengadilan baru yang menunjukkan Biro Investigasi Federal AS (FBI) baru-baru ini menyita data elektronik milik Allen, sebagai bagian dari penyelidikan atas perannya dalam membantu Qatar mempengaruhi kebijakan AS pada 2017 ketika krisis diplomatik antara negara tersebut dengan negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah mencuat.Allen, yang memimpin pasukan AS dan NATO di Afghanistan sebelum ditunjuk untuk memimpin Brookings pada akhir 2017, belum didakwa dengan kejahatan apa pun. Ia membantah melakukan kesalahan dalam perkara tersebut.

Dalam email yang dikirim pada Rabu (8/6), Brookings mengatakan kepada para stafnya bahwa lembaga itu sendiri tidak menjadi bagian dalam penyelidikan seraya menambahkan bahwa wakil presiden eksekutif lembaga kajian tersebut, Ted Gayer, akan menjabat sebagai presiden sementara pada institusi itu.

"Kami sangat yakin pada kemampuan tim Brookings untuk tetap fokus dalam memberikan kualitas, kemandirian, dan dampak," tulis pernyataan dalam email itu.Penyelidikan federal yang melibatkan Allen juga menjerat mantan duta besar Amerika untuk Uni Emirat Arab dan Pakistan, Richard G. Olson, yang mengaku bersalah atas tuduhan federal pekan lalu dan juga nama Imaad Zuberi, seorang donor politik yang kini dihukum penjara 12 tahun karena korupsi. Beberapa anggota Kongres AS telah diwawancarai sebagai bagian dari penyelidikan tersebut.

Seorang agen FBI mengatakan dalam pernyataan tertulis untuk mendukung surat perintah penggeledahan, bahwa terdapat "bukti substansial" di mana Allen dengan sengaja melanggar undang-undang lobi asing dan membuat pernyataan palsu serta menahan dokumen "yang memberatkan".(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini