-->
    |


UU Baru Yang Melarang Penjualan Gading Gajah Mulai Berlaku

Ilustrasi - Patung gading di depan sekitar selusin tumpukan gading gajah, diperlihatkan kepada media sebelum dibakar untuk mendorong upaya global menghentikan perburuan gajah dan badak, di Taman Nasional Nairobi, Kenya, 28 April 2016. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - UU Gading 2018 Inggris mulai diberlakukan dalam upaya melindungi gajah untuk generasi mendatang. UU ini melarang hampir semua penjualan gading gajah di seluruh penjuru Inggris dan memuat ancaman denda hingga $315 ribu bagi siapapun yang mengimpor, mengekspor, dan berjual beli benda-benda yang mengandung gading gajah. Tetapi ada beberapa pengecualian untuk itu.

Gajah adalah mamalia darat terbesar di dunia. Selama bertahun-tahun populasi gajah menipis karena perburuan liar untuk mengambil gadingnya.

Dalam upaya melindungi gajah, UU Gading Inggris menerapkan larangan hampir total terhadap penjualan gading gajah mulai 6 Juni lalu.

Ini berarti impor, ekspor dan perdagangan benda-benda yang mengandung gading gajah di Inggris hampir semuanya dilarang, tak peduli berapa pun umur gading itu. Larangan itu hanya mengizinkan seperangkat pengecualian yang didefisinikan secara sempit.

Mary Rice, Direktur Eksekutif organisasi lingkungan hidup Environmental Investigation Agency, mengatakan,"Salah satu ancaman terbesar bagi gajah adalah perdagangan gading, perdagangan gading ilegal. Dan dengan ketiadaan pasar legal, kita menutup pintu bagi orang-orang yang menjual gading ilegal melalui pasar-pasar itu. Jadi kita memberi mereka sedikit penangguhan hukuman.”Gajah hutan Afrika kini terdaftar sebagai satwa sangat terancam (critically endangered) dan gajah sabana atau padang rumput Afrika tercatat terancam (endangered) dalam Daftar Merah Spesies yang Terancam Punah Uni Konservasi Alam Internasional (IUCN). Jumlah gajah hutan Afrika merosot lebih dari 86 persen selama kurun 31 tahun, menurut IUCN. Sementara itu populasi gajah sabana Afrika berkurang sedikitnya 60 persen selama 50 tahun terakhir.

Organisasi amal pelestarian satwa liar, Born Free Foundation, menyerukan larangan itu diperluas hingga mencakup gading dari spesies lainnya.

"UU ini merupakan perbaikan signifikan dari regulasi gading sebelumnya dan kami menyambut baik ini. Tetapi tentu saja kami memiliki beberapa keberatan karena tidak dimasukkannya gading dari spesies nongajah, misalnya. Dengan hanya melarang gading gajah, permintaan gading dari hewan lain seperti walrus dan kuda nil akan meningkat,” ungkap Frankie Osuch, Pejabat Pendukung Kebijakan Born Free.Masih ada beberapa benda yang dapat diperjualbelikan di bawah pengecualian itu. Tetapi sekarang ini ilegal untuk memperdagangkan benda-benda dari gading kecuali jika benda itu telah terdaftar atau memiliki sertifikat pengecualian.

Ini mencakup miniatur potret, alat musik, benda-benda dengan kandungan gading yang rendah, penjualan ke museum yang memenuhi syarat dan benda-benda langka.

Larangan ini akan memastikan perlindungan vital bagi gajah dunia dengan menghentikan perdagangan gading di Inggris. Perlu waktu empat tahun sebelum UU Gading 2018 diberlakukan.

Tetapi menurut sebagian organisasi pendukung undang-undang itu, penundaan itu telah membuat perdagangan gading bukan hanya berlanjut, tetapi juga menemukan cara-cara baru mengeksploitasi hewan tersebut. (VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini