-->
    |



AS, Taiwan akan Luncurkan Pembicaraan Perdagangan Formal

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (kanan) bertemu dengan sejumlah Senator AS dalam kunjungan delegasi AS ke Taiwan. Pertemuan itu berlangsung di kantor kepresidenan Taiwan di Taipei, pada 15 Agustus 2022. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Amerika Serikat dan Taiwan, pada Rabu (17/8), mengumumkan tujuan dari negosiasi perdagangan yang dijadwalkan berlangsung pada awal musim gugur mendatang. Langkah tersebut merupakan langkah terbaru yang diambil dalam upaya meningkatkan hubungan antara kedua pihak di tengah meningkatnya ketegangan dengan China atas pulau yang memiliki pemerintahannya sendiri itu.

Negosiasi akan mencakup berbagai bidang, termasuk di antaranya sektor pertanian, perdagangan digital, dan praktik peraturan yang baik serta peniadaan hambatan perdagangan, kata Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat dalam pernyataan.Negosiasi tersebut "akan memperdalam hubungan perdagangan dan investasi kami, memajukan prioritas perdagangan bersama berdasarkan nilai-nilai bersama, dan mempromosikan inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi pekerja dan bisnis kami," kata Deputi Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Sarah Bianchi.

Pembicaraan itu, yang disebut sebagai Inisiatif Amerika-Taiwan tentang Perdagangan Abad ke-21, diumumkan pada 1 Juni.

Dalam beberapa pekan ini, ketegangan di Selat Taiwan meningkat ke level tertinggi dalam puluhan tahun setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi berkunjung ke Taipei. Terdapat dukungan bipartisan yang luas bagi Taiwan di Amerika Serikat, terutama dalam beberapa tahun terakhir setelah Beijing, di bawah Presiden Xi Jinping, bersikap lebih tegas terhadap pulau itu.

Amerika secara diplomatis mengakui China, tetapi tetap berhubungan dengan Taiwan dan mendukung hak pulau itu untuk memutuskan masa depannya.

Hubungan Amerika dan Taiwan sudah berlangsung lama dalam sektor perdagangan dan investasi. Taiwan adalah pemasok global sebagian semikonduktor paling canggih yang penting untuk berbagai macam industri mulai dari ponsel dan laptop hingga mobil dan rudal.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini