-->
    |

Peringati Hari Guru Nasional Albinus : Ini Pesan Paling Membekas Bagi Seorang Guru

 


Sekadau,Kapuasrayatoday.com - 

"Teng...teng..teng..!" Bunyi bel sekolah. Siswa yang lagi bermain di halaman berhamburan masuk ke kelasnya masing-masing.

Saya dan siswa lain sudah duduk rapi di kelas. Sekitar lima menit, Pak AS masuk. Lalu, mengabsen satu per satu siswa. Ada satu siswa yang tidak masuk, lalu dikasih alpa oleh Pak AS, dan pelajaranpun dimulai dengan mata pelajaran TATA BUKU. 

Di saat pak Guru menjelaskan pelajaran, siswa yang alpa tadi, tiba-tiba ada di depan kelas. Napasnya ngos-ngosan habis berlari. Raut muka Pak Guru memerah. 

"Masuk...!" Kata lak Guru AS mempersilakan siswa yang telat itu masuk. Siswa itu masuk dengan wajah tertunduk malu, lalu diminta berdiri di depan kelas. 

“Kenapa kamu terlambat? Tanya Pak Guru.

Siswa itu gugup. Ia hanya diam tak berani menjawab. Ditanya berkali-kali, tetap diam. Emosi Pak Guru naik. Kapur yang ada di tangan dicoretkan di wajah siswa itu dengan kata, Terlambat. Saya yang melihatnya jadi takut. Siswa lain juga demikian. Semua diam melihat adegan Pak Guru mencoret wajah siswa yang terlambat itu.

"Sana duduk ! Lain kali, jangan terlambat lagi ya," bentak Pak Guru. Siswa itu dengan langkah gontai mencari tempat duduknya. Ia hanya pasrah sambil menahan malu. Pelajaran dimulai lagi.

"Ingat ya...! Jangan ada yang terlambat lagi. Gimana mau jadi siswa hebat, ke sekolah saja suka terlambat," saran Pak Guru.

Adegan pencoretan wajah itu serta nasihat Pak Guru itu susah saya lupakan. Dialah Pak AP ,saat saya SMA di Sintang dulu. Sekarang sudah pensiun 

Itu sebabnya, saya selalu berusaha datang tepat waktu. Lalu, selalu aku bilang ke siswaku sekarang. "Bapak menganggap kalian sukses bila mengamalkan dua hal saja, datang tepat waktu dan jangan membuang sampah sembarangan." Sepele tapi sering diabaikan. 

Zaman itu, tak ada orang tua yang marah bila anaknya digitukan oleh guru. Kalau sekarang, mungkin sudah dilaporkan ke polisi. Guru sangat dihormati. Pesan beliau selalu saya amalkan. 

Apa yang dilakukan guru semuanya untuk kebaikan siswanya. Kadang-kadang ia marah terhadap tujuan agar siswa nurut, patuh, dan beradab. Tak ada guru mau siswanya menjadi pembohong. 

Sebuah kenangan saat SMA yang begitu membekas. Prestasi yang sekarang didapat tak lepas dari didikan guru. Terima kasih untuk semua guruku. 

Cerita diatas merupakan sepenggal pengalaman seorang guru yang sekarang menjabat sebagai kepala Sekolah di SMP N 01 Sekadau Hilir bapak Albinus. Cerita tersebut juga merupakan pengalamannya pribadi saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di kabupaten Sintang.

Cerita diatas beliau tulis untuk memperingati hari guru nasional pada 25 November 2023.

Selamat Hari Guru Nasional 24 November 2023.(darno)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini