|

Pemerintah Selandia Baru Mendanai Perlindungan Hutan Adat di Kalimantan Barat

 


Jakarta,Kapuasrayatoday.com -

Yayasan Petani untuk Pelindung Hutan (4F) telah menerima dana sebesar NZ$24.800 untuk mendukung konservasi hutan bersama masyarakat lokal di Kabupaten Sanggau dan Sekadau, Provinsi Kalimantan 

Barat.

“Pendanaan ini akan memberikan dampak yang besar dalam melindungi hutan adat yang tersisa di kabupaten

Sanggau dan Sekadau, serta bagi kehidupan masyarakat desa kata ketua Yayasan Petani untuk Pelindung hutan (4F) melalui presrilis yang diterima redaksi Kapuasrayatoday.com Rabu (24/4) 2024.

Dia menambahkan, selama bertahun-tahun mereka telah melindungi hutan yang sangat penting bagi budaya, mata pencaharian, dan 

kesejahteraan spiritual masyarakat mengungkapkannya. 

Kami berterima kasih, berterima kasih, dan sangat menghargai dukungan dana dari Kedutaan Besar Selandia Baru." kata Tirza Pandelaki, Direktur Eksekutif 4F. 

“4F telah menerima dana tersebut dan bertindak sebagai perantara untuk memfasilitasi dukungan 

yang diberikan kepada kedua distrik tersebut. Kami lanjut Tirza, akan fokus untuk memberikan dampak langsung pada 

lapangan dan dimulai dengan petani lokal dan masyarakat adat. Hal ini juga memberikan kontribusi yang sangat besar dalam melanjutkan program kami untuk mendukung petani kecil 

yang terpinggirkan dalam melestarikan hutan, menghasilkan komoditas yang bebas dari 

deforestasi.

Dia kuga mengajak konsumen dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerja sama dalam menangani masalah penting ini demi dunia yang lebih baik untuk kita tinggali,” tambah Aida Greenbury, salah satu anggota Dewan Pembina yayasan.

Dana tersebut lanjut Aida akan digunakan untuk memberikan dukungan Insentif dan Benefit (I&B) untuk perlindungan hutan Stok Karbon Tinggi (SKT) dan kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) di Desa Gunam kabupaten Sanggau dan Desa Setawar kabupaten Sekadau, termasuk pelatihan dan pengerahan penjaga 

hutan, dukungan pengelolaan hutan adat berbasis desa, dukungan peraturan kehutanan lokal, 

Pemantauan hutan, serta pelatihan dan penerapan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices). 

Hal ini dilakukan setelah penilaian partisipatif penuh atas lahan dan sumber daya alam desa yang dilakukan melalui kemitraan dengan SPKS (Serikat Petani Kelapa Sawit). 

"Kedutaan Besar Selandia Baru melalui Head of Embassy Fund - HEF, dengan senang hati mendukung kegiatan dari Yayasan Petani untuk Pelindung Hutan (4F) ini yang sejalan dengan 

kebijakan kerja sama pembangunan Aotearoa Selandia Baru untuk pembangunan berkelanjutan. 

Aotearoa New Zealand mengakui pentingnya solusi lokal, yang mencerminkan bahwa banyak 

masyarakat telah beradaptasi untuk hidup dengan dampak perubahan iklim selama beberapa tahun 

dekadensi. Hal ini termasuk mendukung kemitraan yang fokus pada mengikutsertakan dan 

mendukung masyarakat dan Komunitas yang paling rentan. Kami berharap tim 4F dan para mitra 

untuk kegiatan ini akan meraih kesuksesan besar di masa mendatang." kata juru bicara Kedutaan 

Besar Selandia Baru.

Kami berterima kasih kepada Pemerintah Selandia Baru yang telah mendukung upaya kami untuk 

melindungi hutan kami. Kami tahu bahwa Pemerintah Selandia Baru adalah pendukung kuat 

pembangunan berkelanjutan termasuk mempertimbangkan warisan budaya dan nilai-nilai adat masyarakat. 

Kami berharap upaya kami dalam melestarikan hutan dapat menghasilkan nilai tambah dan produk kami dapat diterima dengan baik di pasar, sehingga dapat mendukung upaya kami dalam menjaga hutan bertujuan agar tetap lestari dan terus terjaga dari generasi ke generasi."kata 

Beatus Pius Onomuo, seorang pemimpin suku Dayak di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 

di mana sebagian dari dana bantuan tersebut akan digunakan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut dapat menghubungi:

Ibu Tirza Pandelaki, Direktur Eksekutif, 4F. Telepon: +62 813 42920706

 Informasi lebih lanjut 


Tentang 4F: 

4F adalah Yayasan yang terdaftar di Indonesia. 4F adalah satu-satunya platform yayasan yang didirikan oleh dan untuk petani kecil di Indonesia. Platform ini menghubungkan petani kecil dengan pasar, produsen, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. 4F semata-mata 

dirancang sebagai saluran pendanaan untuk mentransfer dana secara efisien untuk mendukung petani kecil, termasuk petani adat, yang melindungi hutan mereka. Tugas utama 4F, sebagai perantara penghubung, adalah menerima, mengelola, mendistribusikan, memverifikasi, 

memantau, dan melaporkan keuangan yang memberikan dukungan kepada petani kecil. Informasi lebih lanjut 


Tentang SPKS: 

SPKS adalah organisasi non-pemerintah yang didirikan pada tahun 2006 di Bogor, Indonesia dan 

berkomitmen untuk bebas dari deforestasi. SPKS diprakarsai oleh kelompok petani kelapa sawit 

swadaya dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap dinamika di sektor 

perkebunan kelapa sawit baik dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Saat ini, SPKS 

beranggotakan 76.000 petani kelapa sawit yang tersebar di 18 kabupaten dan 8 provinsi. 

Sumber Yayasan 4F.

Editor.  Sudarno

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini