-->
    |

Pemimpin Oposisi Belarusia Mohon Bantuan Internasional Segera

Pemimpin oposisi Belarusia, Sviatlana Tsikhanouskaya (kiri) dan PM Norwegia Erna Solberg dalam konferensi pers di Vilnius, Lithuania, Selasa (8/9). (Foto: VOA) 
Kapuasrayatoday.com - Pemimpin oposisi Belarusia yang mengasingkan diri, Sviatlana Tsikhanouskaya menyebut situasi di negaranya "benar-benar tidak bisa diterima" dan memohon tekanan internasional untuk menggulingkan Presiden Alexander Lukashenko yang dikatakan tidak lagi mewakili Belarusia.

Dalam penampilan virtual di hadapan Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) pada 8 September, Tsikhanouskaya mendesak internasional agar melakukan tekanan termasuk sanksi terhadap Lukashenko dan pemerintahannya.

"Negara saya, bangsa saya, rakyat saya sekarang membutuhkan bantuan. Kami membutuhkan tekanan internasional terhadap rezim ini, terhadap orang yang sangat ingin berkuasa ini. Kami membutuhkan sanksi terhadap orang-orang yang mengeluarkan dan melaksanakan perintah pidana yang melanggar norma-norma internasional dan hak asasi manusia. Kami menginginkan pembebasan segera semua tahanan politik dan memulai dialog yang beradab untuk mendapatkan cara agar negara kita melangkah maju," kataTsikhanouskaya.

Ia menambahkan, permohonan bantuan itu atas nama rakyat Belarusia yang saat ini menjadi korban penahanan massal, pemukulan oleh pasukan keamanan, dan penghilangan paksa yang nyata.

"Seperti jutaan warga Belarusia, saya menolak menerima bahwa inilah nasib negara saya. Saya menolak untuk menerima bahwa dunia hanya diam dan menyaksikan pelanggaran hak asasi manusia yang tak terhitung jumlahnya, tindakan yang jelas-jelas mengabaikan martabat manusia, penghancuran total pengakuan dasar kemanusiaan. Seperti jutaan warga Belarusia, saya menolak untuk mundur dan menyerah,” kata Tsikhanouskaya.

Kepada perwakilan PACE, Tsikhanouskaya mengatakan, "negara-negara dan pihak-pihak yang membuat kesepakatan dengan Lukashenko, melakukannya dengan risiko sendiri." Mereka tidak boleh mengharapkan pemerintahan berikutnya, yang dipilih secara demokratis, akan mengakui perjanjian itu, "yang dibuat bertentangan dengan kehendak rakyat Belarusia oleh rezim yang tidak sah."

Tsikhanouskaya mencalonkan diri melawan Lukashenko dalam pemilihan 9 Agustus yang, menurut oposisi, dicurangi. Ia kemudian melarikan diri ke Lituania di tengah protes besar-besaran dan desas-desus bahwa ia akan ditangkap.

Demonstrasi harian, yang belum pernah terjadi, berlanjut. Demonstran menuntut agar Lukashenko mengundurkan diri dan pemilihan baru diadakan.

Penampilan Tsikhanouskaya dihadapan PACE dilakukan hanya beberapa jam setelah pihak berwenang Belarusia mengatakan telah menahan sekutu Tsikhanouskaya setelah ia dan dua tokoh oposisi lainnya secara misterius muncul di sebuah pos pemeriksaan di perbatasan Ukraina, di tengah kekhawatiran mereka diculik di Minsk sehari sebelumnya.

Ketiga orang itu adalah bagian dari Dewan Koordinasi yang mendesak transisi dari Lukashenko, yang telah berkuasa selama 26 tahun. (VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini