-->
    |

Komite Penyelidikan Serangan ke Capitol Hill Tuntut Kerjasama Ivanka Trump

Presiden Donald Trump didampingi putrinya Ivanka Trump menghadiri sebuah acara di Gedung Putih, Washington, pada 28 April 2020. (Foto: VOA)


Kapuasrayatoday.com -  Komite kongres yang menyelidiki serangan ke Capitol Hill pada 6 Januari 2021 pada Kamis (20/1) meminta putri mantan presiden Trump untuk secara sukarela bekerja sama dengan mereka.

Dalam sebuah surat kepada Ivanka Trump, ketua komite Bennie Thompson mengatakan tim panel ingin dia memberi kesaksian atas apa yang diketahuinya tentang usaha ayahnya menggagalkan sertifikasi Kongres untuk menyatakan kekalahan dirinya dalam pemilihan presiden pada November 2020.

Mereka juga ingin tahu apa yang dilakukannya ketika pendukungnya menyerang Capitol Hill ketika para anggota Kongres sedang bersiap-siap mengesahkan Joe Biden sebagai presiden yang baru.Tidak jelas apakah putri mantan presiden ini akan bekerja sama dengan penyelidikan.

Thompson mengatakan komite ingin bertemu dengan Ivanka Trump, yang menjadi salah seorang penasihat Gedung Putih untuk ayahnya, karena dia melakukan kontak langsung dengan Trump pada momen-momen penting pada 6 Januari 2021, dua minggu sebelum Biden dilantik dan Donald Trump meninggalkan Washington.Thompson juga menjelaskan bahwa komite ingin tahu tentang usaha mantan presiden itu untuk menekan Wakil Presiden Mike Pence untuk memblokir sertifikasi kongres.

“Salah satu pembicaraan presiden dengan wakil presiden berlangsung lewat telepon pada pagi hari 6 Januari,” demikian ditulis Thompson dalam suratnya kepada Ivanka Trump. “Anda hadir di Kantor Presiden dan mengamati pembicaraan telepon itu.”

Komite juga mengatakan mereka juga ingin tahu tentang usaha Ivanka Trump untuk meyakinkan ayahnya agar meminta para perusuh pulang setelah mereka menyerang Gedung Capitol.

Pada sebuah aksi unjuk rasa sebelumnya di dekat Gedung Putih pada hari itu, Presiden Trump mendesak pendukungnya untuk pergi ke gedung Capitol dan “fight like hell” atau bertempur habis-habisan untuk mencegah Biden dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan pada 2020.

Trump selama serangan itu tidak melakukan apa-apa selama lebih dari tiga jam dan berdiam diri, sementara pendukungnya melakukan kerusuhan di Capitol Hill. Baru pada sore hari dia merilis sebuah video singkat yang menyerukan mereka agar para pendukungnya meninggalkan tempat itu.(VOA)








Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini