Aron : Sebagai Umat, Ini Merupakan Kebanggaan Bagi Kami
Sekadau,Kapuasrayatoday.com -
Kongregasi Pasionis {CP) kembali menambah daftar imam baru yang di tabiskan labgsung oleh Uskup ke Uskuoan Sanggau Mgr.Valentinus Saeng CP yang berlangsung di Gereja Agung Paroki St.Petrus dan Paulus Sekadau Rabu (25/2) 2026.
Dalam homili pengantarnya Uskup menjelaskan imam atau yang biasa di aebut Pastor diuraikan menjadi dua bagian yaitu ada yang di tugaskan untuk bekerja lingkungan ke Uskupan dan ada yang di tempatkan di Paroki - Paroki kata Uskup Mgr.Valentinus Saeng CP
Setelah memberikan homili pembuka, Uskup yang didampingi sebanyak 70 Pastor melaksakan prosesi pentabisan dengan tatacara gereja Katolik. Adapun ke 4 imam barunyang ditabiskan masing-masing
1. Diakon Yosef Ely Trisno CP
2. Diakon Adrianus Roky Wibowo CP
3. Diakon Marianus Angga Nara CP
4. Diakon Domisius Rovensius CP
Menurut Saksi (salah satu Pastor pendamping Diakon) para diakon yang akan di tabis sudah memenuhi semua parsyaratan untuk menjadi Imam, oleh karena itu, atas rahmat Tuhan maka para diakon tersebut di angap pantas menjadi imam terang Saksi Imam. Usai Saksi memberikan buktinya,
Dalam upacara pentabisan Uskup mengajukan beberapa pertanyaan kepada 4 calon imam yang salah satunya berbunyi, bersediakah saudara untuk bersama kami untuk berdoa bersama umat yang tidak percaya kepada saudara ? Diakon menjawab, " "Saya bersedia!!"
Selanjutnya prosesi pentabisan dilakukan sesuai dengan tata cara Gereja Katolik yang di pimpin langsung oleh Uskup Mgr.Valentinus Saeng CP
Usai prosesi pentabisan, Uskup menjelaskan alasan keberadaan para imam adalah untuk melayani umat, karena ada umat maka ada imam, imam adalah sebagai gambala dan pelayani umat kata Uskup.
Dia menjelaskan, tabisan imam Katolik ada beberapa tingkatan yaitu tabisan Diakon, setelah tabisan Diakon akan dilanjutkam dengan tabisan Imam atau Pastor, tentu setelah melalui penilaian yang sangat ketat diungkapkan Uskup. Setelah tabiskan menjadi Imam atau Pastor. Lalu tabisan tingkat ketiga adalah tabisan sebagai Uskup. Tetapi para diakon jika tidak bersedia di tabisan menjadi Imam, bisa memilih untuk tetap menjadi Diakon.
Uskup mengingatkan agar para Pendeta tidak melupakan alasan keberadaan Pendeta. Karena tugas pendeta adalah mengabdi kepada umat dan gereja.
“Kita adalah pelayan Tuhan” tegas Uskup.
Prosesi pentabisan imam baru juga dii hadiri 70 imam yang berasal dari ke Uskupan Sanggau, Sintang, Ketapang dan Pontianak.
Selain kegiatan tersebut juga menghadirkan bupati Sekadau Aron SH beserta Ny.Magdalena Susilawati Aron SP, Ketua DPRD Provinsi Kalbar Aloysius SHMSi beserta Istri dan sejumlah angota DPRD kabupaten Sekadau serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Sekadau.
Acara Seremoni
Ketua BPG Paroki St.Petrus dan Paulus Sekadau Aloysius Ama Kii, dalam Berbagainya berharap dari ke 4 yubelaris atau imam yang telah di tabiskan hari ini ada yang di tugaskan di paroki St.Petrus dan Paulus Sekadau.
Kepada Imam baru kami mengucapkan selamat selamat dan terima kasih juga kami samoaikan kepada semua pihakbyang telah membantu lancarnya kegiatan ini kata Aloysius Ama Kii.
Perwakilan Imam Baru
Sebagai Imam baru, kami mengucapkan terima kasih keoada bapa Uskup Mgr..Valentibus Saeng CP, para Pastor Paroki, dan orang tua kami yang telah membina kami sehingga kami bisa sampai pada titik ini ucapnya. dan terima kasih juga kepada semua donatur yang telah melancarkan kegiatan hari ini sambungnya.
Kesan dan pesan dari salah satu orang tua imam baru
Sebagai orang tua Imam baru, kami mengucapkan terima kasih atas rahmat yang agung ini, sehinga anak-anak kami bisa memjadi imam hari ini, ini bukan pangilan pribadi, tapi ini merupakan berkat dari tuhan. atas nama keluarga kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Uskup yang telah bersedia mentabiskan anak kami untuk menjadi imam hari ini, dan terrimakasih juga kami ucapkan kepada bupati Sekadau, bapak Aron SH beserta jajarannya. Kami menyadari menjadi imam bukanlah pekerjaan yang ringan, namun kami percaya Tuhan memangil mereka menjadi Imam bukan lagi menjadi miliik keluarga kmai semata, namun menjadi milik gereja dan seluruh umat ucapannya.
Di tempat yang sama, bupati Sekadau Aron SH mengawali Perayaannya mengucapkan selamat kepada 4 pendeta yang baru di tabiskan hari ini. dan ini menjadi kebangaan umat dan Pemkab Sekadau, karema kita semua lanjut Aron, tau kita bahwa kita memang kekurangan pendeta, tapi hari ini kita merasa bangga dengan pentabisan pendeta yang baru ini. “Kami selaku Pemkab kami sangat konsen melakukam pembianaan terhadap keagamaan, karena semakin baik perilaku umat, tentu Sekadau pasti semakin baik kata Aron.
Dalam keterang singkatnya, Provinsial Pasionis ke Uskuoan Sanggauenyamoaikan kapada Umat bahwa dua pendeta yang baru ditabiskan akan bertugas di Maumere provinsi Nusa Tengara Timur, satu pendeta bertugas di Paroki Nanga Mahap, dan satu lagi bergugas sebagai pembina seminari Sekadau mengungkapkannya.
Uskup ke Uskipan Sanggau Mgr.Valentinus Saeng CP mengungkapkan sebagai Uskup dirinya merasa bangga karena setiap tahun ada penambahan imam baru. Harapannya, dengan kehadiran Imam baru bisa meringankan beban kerja para Imam yang ada. Dan kedepannya untuk meringankan beban pendeta, ibadah persaudaraan tidak perlu lagi dioimpin oleh pendeta.tapi bisa di pimpin cukup oleh Diakon, pemimpin umat ataupun ketua lingkungan ((ketua Kring).
Uskup juga menyampaikan kepada orang tua para Imam, atas nama ke Uskupan kami mengucapkan terima kasih. Dan sebagai ungkapan rasa terima kasih kami, kepada setiap paroki, jika ada orang tau dari para imam yang sakit harus di bantu melalui dana sosial Paroki." Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kita, jika irabg tua para Imam mengalami sakit, semua biayanya boleh di biayai dari dana sosial Paroki" ucap Uskup Mgr.Valentinus Saeng CP(dar)

