Tim Edukasi Lemdiklat Polri S2-STIK. bersama jajaran Polsek Entikong turun langsung menyambangi warga terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi. Tim datang untuk mendengar kondisi warga, sekaligus menguatkan edukasi pencegahan agar Karhutla tidak kembali terjadi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Edukasi Lemdiklat Polri S2-STIK dan Serdik Setukpa, Ketua MABM Kecamatan Entikong Abang Samsumin, serta Panit 1 Binmas Polsek Entikong Aipda M. Tholkah. Sinergi antara polisi, akademisi kepolisian, dan tokoh masyarakat ini menjadi jembatan agar pesan pencegahan sampai langsung ke warga.
Warga Adalah Garda Terdepan.
Dalam sambang, tim menemui warga dari rumah ke rumah. Pesan utamanya sederhana: waspada api, jangan bakar lahan, dan segera lapor jika lihat titik asap.
Tim Edukasi Lemdiklat Polri menjelaskan dampak Karhutla tidak hanya merusak hutan, tapi juga mengancam kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat perbatasan.
“*Upaya pencegahan harus dibangun bersama. Warga adalah pihak paling dekat dengan lingkungan, sehingga memiliki peran strategis untuk mendeteksi dan melapor lebih awal*,” tegas *Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, S.H
Ia menambahkan, sambang ini juga untuk memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat.
“*Kami ingin masyarakat bukan hanya menerima imbauan, tapi jadi bagian dari solusi. Kepedulian satu warga bisa mencegah kebakaran kecil menjadi bencana besar*,” ujarnya.
Edukasi Kepedulian Pasca Kebakaran.
Selain imbauan, kegiatan ini juga menjadi ruang membangun kepedulian bersama pascakebakaran. Warga diajak lebih peka terhadap tanda-tanda awal seperti asap, bau terbakar, atau lahan kering yang rawan.
*Polsek Entikong bersama Tim Edukasi Lemdiklat Polri* berkomitmen akan terus melakukan edukasi, sambang, dan patroli dialogis ke titik-titik rawan di wilayah perbatasan.
Harapannya, dengan komunikasi yang terbuka dan keterlibatan aktif warga, Desa Entikong bisa lebih siap dan tangguh menghadapi ancaman Karhutla. (Cep)