Petugas di lapangan mengaku sulit menghadapi kendala. Ketersediaan air saat musim kemarau sangat terbatas. Banyak sumber air dan sumur warga yang sudah mengering.
“*Ini tantangan kita. Kalau menunggu air dari sumber biasa, tidak akan cukup. Makanya kita harus siasati*,” ujar zulkifli salah satu petugas di lokasi.
Strategi Pakai Sistem Tandon.
Untuk menyiasati kekeringan, Pemadam kebakaran menggunakan sistem tandon dan suplai air dari cadangan yang masih tersedia. Air diangkut dan didekatkan ke lokasi penyemprotan agar proses bisa berjalan efektif dan merata.
Meski terbatas, penyemprotan tetap dilakukan secara bergilir ke pasar, terminal, dan area publik lain yang padat.
Pemkab Sanggau saat ini meningkatkan status kewaspadaan menyusul potensi darurat kekeringan dan kebakaran. Selain penyemprotan, Pemadam Kebakaran juga mengimbau masyarakat untuk hemat air, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“*Pencegahan lebih baik daripada memadamkan. Dengan suhu yang semakin panas, satu percikan kecil bisa jadi kebakaran besar. Mari kita jaga bersama*,” imbaunya
Dengan strategi yang ada, diharapkan penyemprotan ini bisa membantu mengurangi risiko kebakaran sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat di tengah cuaca panas ekstrem. (Cep)