-->
    |

Menjelang Musim Panas, Australia Hadapi Ancaman Badai dan Banjir

Rumah-rumah warga di Hermit Park, Townsville, Queensland, Australia dilanda banjir tahun lalu (foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com
- Musim panas yang mendekati kawasan Australia diperkirakan membawa iklim badai tropis yang basah dan menambah risiko terjadinya banjir, menurut prakiraan cuaca Biro Meteorologi Nasional negeri kanguru tersebut. Diperkirakan kondisi iklim akan lebih basah dan dingin dibandingkan beberapa tahun terakhir, namun memperingatkan masih ada risiko kebakaran hutan di bagian selatan Australia.

Australia terbiasa dengan kondisi alam yang ekstrem. Musim panas lalu dilanda sejumlah kebakaran terburuk yang pernah tercatat di Australia. Tahun 2020 iklim diperkirakan akan lebih basah dan sejuk.

Pengaruh badai La NiƱa, pendinginan berkala permukaan laut di beberapa perairan Pasifik, diperkirakan akan menghasilkan lebih banyak curah hujan di sebagian besar Australia. Prakiraan iklim Biro Meteorologi memperkirakan jumlah badai tropis bertambah lebih banyak, dan kemungkinan besar musim hujan tahunan terjadi lebih awal.

Andrew Watkins, manajer Layanan Prakiraan Iklim pada Biro Meteorologi Australia mengemukakan, “Berbeda dengan musim panas lalu, kondisi iklim yang basah cenderung terjadi di sebagian besar Australia. Ini berarti kemungkinan bertambahnya banjir yang meluas di bagian timur Australia. Akan tetapi, beberapa gelombang panas dan kebakaran hutan masih akan terjadi pada waktu-waktu tertentu. Pertumbuhan rumput yang subur selama musim semi menyebabkan bertambahnya risiko kebakaran padang-padang rumput di beberapa bagian New South Wales. Namun, selalu ada risiko kebakaran hutan di setiap musim panas.”

Prakiraan terbaru kebakaran semak-belukar pada musim panas dari Pusat Penelitian Bersama Bahaya Alam dan Kebakaran Semak Belukar telah mengidentifikasi kebakaran rumput sebagai bahaya utama musim panas tahun 2020 di bagian timur Australia.

Ada peringatan di mana sejumlah wilayah yang mengalami kebakaran hutan sangat parah pada musim panas lalu juga berisiko mengalami banjir bandang, erosi dan tanah longsor jika terjadi hujan lebat.

Musim panas di Australia secara resmi dimulai pada tanggal 1 Desember, namun beberapa gelombang panas yang ekstrem diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah tenggara dan timur Australia dalam beberapa hari mendatang. Suhu di Australia Selatan telah mencapai 47 derajat Celcius atau 116 derajat Fahrenheit.

Di kawasan Queensland, kebakaran hutan telah menutup Pulau Fraser, salah satu tujuan wisata paling terkenal di Australia. Para pengunjung dan penduduk mendapat peringatan mereka tidak dapat meninggalkan pulau yang terdaftar sebagai warisan dunia itu, yang terletak di bagian utara Brisbane. Pihak berwenang Queensland mengatakan kondisinya diperkirakan akan memburuk dalam beberapa hari ke depan.

Tahun 2019 menjadi rekor tahun terpanas dan terkering di Australia. (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini