-->
    |

Perebakan Covid-19 Rambah Kawasan Perdesaan AS

Pasangan lansia AS, Janis dan Uri Segal merayakan Thanksgiving secara virtual di tengah pandemi Covid-19 di Detroit, Michigan, AS. (foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com
- Pandemi virus corona secara luas pertama kali menghantam daerah-daerah perkotaan di Amerika, tetapi sejak musim gugur, pandemi itu merambah ke daerah perdesaan.

Amerika sekarang mencatat rata-rata lebih dari 170.000 penularan baru setiap hari. Hal itu tidak hanya membebani rumah sakit besar di kota-kota, tetapi juga rumah-rumah sakit yang lebih kecil, seperti Rumah Sakit Scotland County di pedesaan Missouri.

Kepala Perawat Elizabeth Guffey mengatakan, mereka menangani 30 persen tingkat kasus positif. "Itu satu dari tiga pasien yang dites positif. Terjadi peningkatan dalam rawat inap di rumah sakit kami. Dalam dua hingga tiga minggu terakhir, kami melihat kenaikan setidaknya setengah dari pasien kami di ruang gawat darurat, telah diketahui positif mengidap COVID sebelum datang ke rumah sakit."

Orang-orang datang ke rumah sakit dengan 25 tempat tidur itu dari enam kabupaten sekitarnya untuk dirawat karena cedera di ladang dan olahraga, nyeri dada dan flu. Biasanya, ada banyak kamar untuk pasien, namun sekarang tidak. Rumah sakit kecil itu, dengan sekitar enam dokter dan 75 perawat itu di antara 142 pegawai tetap, dalam keadaan krisis.

"Jumlah staf menjadi tantangan terbesar. Mereka masih mengurus hal-hal lain dalam kehidupan (mereka) selain COVID sekarang, dan sebagian besar staf kami adalah para ibu muda. Jadi, jika mereka dipulangkan atau dikarantina atau sekolah berlangsung secara virtual atau ada situasi lain, itu bisa mempengaruhi kemampuan staf untuk masuk setiap hari."

Perawat bekerja dengan tambahan jam, bergiliran untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, kata Guffey.

“Sekarang ini, kami memanfaatkan dan memaksimalkan sumber daya kami dan sangat sulit untuk menampung lebih banyak pasien setiap hari,” tambahnya.

Terdapat lebih dari 13,5 juta penularan virus corona di AS. Negara bagian Missouri sendiri memiliki lebih dari 306 ribu penularan yang dikukuhkan dan lebih dari 3.800 meninggal, menurut data dari Johns Hopkins University. (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini