-->
    |

Uni Eropa Lipat Gandakan Pembelian Dosis Vaksin COVID-10 Buatan Pfizer-BioNTech

Botol (vial) vaksin COVID-19 produksi Pfizer-BioNTech di rumah sakit Rene-Muret di Servan dekat Paris, 27 Desember 2020. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com
- Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dengan Pfizer-BioNTech untuk mendapatkan tambahan 300 juta dosis vaksin COVID-19 produksi mereka.

Pada konferensi pers di Brussels hari Jumat (8/1), Presiden Komisi Uni Eropa Ursula Von der Leyen mengatakan, kesepakatan itu akan melipatgandakan jumlah dosis yang diperoleh blok itu dari perusahaan farmasi tersebut. Komisi ini adalah badan eksekutif Uni Eropa.

Von der Leyen mengatakan Uni Eropa telah membuat kesepakatan terpisah dengan perusahaan farmasi AS Moderna mengenai vaksin COVID-19 produksinya, yang diizinkan untuk digunakan di Eropa awal pekan ini. Ia mengatakan berdasarkan kesepakatan di antara kedua pihak, Uni Eropa telah mengamankan cukup banyak vaksin untuk 380 juta warga Eropa, lebih dari 80 persen populasi blok itu. Masing-masing vaksin memerlukan dua kali suntikan berselang beberapa pekan.

Von der Leyen mengatakan 75 juta dosis ekstra akan tersedia pada kuartal ke-dua tahun ini, dengan selebihnya dikirim kemudian pada tahun 2021.

Sebagai bagian dari strateginya mengatasi COVID-19, Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dengan enam pembuat vaksin: Moderna, Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Sanofi-GSK, Janssen Pharmaceutica NV dan CureVac.

Disebutkan bahwa jika keenamnya memproduksi vaksin yang ampuh, Uni Eropa akan menerima 2,3 juta miliar dosis – lebih dari cukup untuk seluruh populasi Uni Eropa yang berjumlah sekitar 450 juta orang.

Program vaksinasi di 27 negara anggota blok itu telah dimulai dengan awal yang lamban. Sebagian anggota Uni Eropa dengan segera menyalahkan badan eksekutif blok itu atas apa yang dianggap sebagai kegagalan mengirimkan dosis dalam jumlah yang tepat.

Uni Eropa telah membela strateginya, dengan menegaskan bahwa program vaksinasi baru saja dimulai, dan pengiriman dosis dalam jumlah besar diperkirakan akan berlangsung sekitar bulan April. (VOA)


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini