-->
    |


Fraksi Demokrat DPR AS Berupaya Loloskan RUU Anggaran $1,75 Triliun


Presiden AS Joe Biden didampingi Wapres Kamala Harris ketika memaparkan rencana Anggaran sebesar $1,75 Triliun di Gedung Putih (28/10).(Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com -  Presiden Joe Biden kemungkinan akan meminta para pemimpin dunia di KTT di Glasgow, untuk bertindak keras memerangi perubahan iklim. Pendukungnya berharap, dia akan memperoleh dukungan dari dalam negeri, ketika anggota konggres dari Partai Demokrat mendukung rencana pengeluaran $1,75 Triliun yang sudah dikurangi namun masih terlalu besar dengan beragam program, termasuk lebih dari $ 500 miliar untuk pengeluaran terkait perubahan iklim.Pete Buttigieg adalah Menteri Transportasi AS. Dia berbicara dalam acara TV “This Week” di saluran ABC. "Apa yang kita punyai di depan kita sekarang, tidak setengah-setengah. Ini adalah pesta kebijakan yang baik. Ini adalah RUU yang paling memberi perubahan nyata bagi keluarga, perawatan kesehatan, dan iklim, yang telah kita lihat dengan pasti seumur hidup. RUU itu segera menjadi pencapaian luar biasa setelah dibawa ke meja presiden," ujarnya.

Dengan perpecahan di antara progresif Demokrat dan moderat, RUU yang sudah lama tertunda itu telah mengurangi pengeluaran, di antaranya dengan memotong cuti keluarga yang dibayar. Dalam bidang iklim, masih termasuk kredit pajak untuk penggunaan bahan bakar yang lebih bersih dan kendaraan listrik, dana untuk mengatasi cuaca ekstrem, dan pemotongan pajak untuk energi terbarukan seperti tenaga angin dan suryaPajak yang lebih tinggi dikenakan kepada orang-orang kaya dan berbagai langkah untuk membiayai program-program itu. Tetapi publik yang bosan dengan negosiasi selama berbulan-bulan, mungkin tidak memperhatikan lagi. Menurut jajak pendapat ABC Ipsos yang baru, hampir 70% orang AS mengatakan, mereka hanya tahu sedikit atau tidak tahu apa pun tentang apa isi RUU dan paket infrastruktur bipartisan yang terpisah itu.

Para pemimpin Republik tetap menentang paket pengeluaran itu. Kevin McCarthy dari partai Republik adalah pemimpin minoritas di DPR. "Triliunan dolar dibelanjakan. Ekspansi besar-besaran dari badan-badan pemerintah. Bahkan inflasi yang lebih besar akan memicu biaya hidup yang lebih tinggi untuk semua rakyat Amerika. Itu semua dirundingkan. Namun rinciannya berubah setiap menit," tukasnya.

Tanpa suara dari Republik, Biden akan membutuhkan semua dukungan Demokrat di Senat yang kini 50 banding 50, dengan suara Wakil Presiden Kamala Harris yang bisa menentukan. Dan tidak boleh kehilangan lebih dari tiga suara Demokrat di DPR. (VOA)




Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini