-->
    |


Antibodi Lemah vs Omicron: Pengobatan Mungkin Bantu Pasien yang Gunakan Ventilator

Seorang petugas kesehatan merawat pasien yang menggunakan ventilator di Unit Perawatan Intensif Baptist Health Floyd pada 7 September 2021 di New Albany, Indiana. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Sejumlah penelitian dilakukan menyusul ditemukannya varian baru COVID-19. Berikut rangkuman beberapa penelitian terbaru terkait hal tersebut, termasuk di antaranya penelitian yang memerlukan studi lebih lanjut untuk menguatkan temuan dan yang belum disertifikasi oleh peer review.

Lebih banyak bukti menunjukkan kelemahan antibodi vs omicron

Bukti yang muncul dari eksperimen laboratorium mengungkapkan kelemahan vaksin dan obat antibodi terhadap varian omicron.

Dalam sebuah penelitian yang dilaporkan pada Rabu (15/12) di bioRxiv, para peneliti di Universitas Columbia menemukan omicron "sangat resisten terhadap netralisasi" oleh antibodi dalam darah dari penerima vaksin Pfizer/BioNTech, Moderna, Johnson & Johnson atau Oxford/AstraZeneca atau dari penyintas COVID-19Selanjutnya, mereka menguji sembilan antibodi monoklonal vaksin yang telah diizinkan untuk digunakan dan 10 yang masih eksperimental. Mereka mengatakan kemampuan menetralkan 18 dari 19 antibodi "dihapuskan atau dirusak", termasuk vaksin yang sudah diizinkan untuk digunakan.

Peneliti Eropa melaporkan hasil serupa dalam makalah terpisah yang juga diunggah pada Rabu (15/12) di bioRxiv. "Omicron benar-benar atau sebagian resisten terhadap netralisasi" oleh sembilan antibodi monoklonal yang mereka uji dan oleh antibodi dalam sampel darah dari 90 penerima vaksin dan penyintas COVID-19.

Kedua tim juga menemukan bahwa -- bahkan pada penerima vaksin yang menerima dosis booster, dan pada orang yang selamat yang menerima vaksin -- antibodi telah secara substansial mengurangi daya penetral. Pada individu-individu ini, kata kelompok Eropa, tingkat antibodi penetralisir adalah 5 hingga 31 kali lebih rendah terhadap omicron daripada terhadap varian delta.Perawatan yang lebih rutin dapat membantu pasien COVID-19 yang menggunakan ventilator.

Sebuah studi baru mempertimbangkan mengapa pasien COVID-19 yang menggunakan ventilator mekanis mengalami kesulitan bernapas dan bagaimana menyempurnakan pengobatan umum dapat membantu menyelamatkan nyawa.(VOA)




.



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini