-->
    |

Penuhi Permintaan AS, Rusia Menindak Kelompok Peretas Revil

Sejumlah kendaraan meliintas markas Dinas Keamanan Federal (FSB) di Moskow. Rusia, 10 November 2015. (Foto: VOA)

Kapuasrayatoday.com - Rusia telah melancarkan operasi khusus terhadap kelompok peretas ransomware REvil setelah ada permintaan dari Amerika Serikat (AS) serta menahan dan mengenakan tuduhan terhadap anggota-anggota kelompok itu.

Hal itu diungkapkan oleh badan intelijen domestik FSB pada Jumat (14/1).

Penangkapan ini tampaknya merupakan sebuah peragaan yang jarang terjadi dari kerja sama antara Rusia dan AS, pada saat ketegangan tinggi diantara kedua negara seputar isu Ukraina. Pengumuman ini datang sementara Ukraina sedang menanggapi sebuah serangan siber besar-besaran yang telah menutup beberapa situs pemerintah.

FSB mengatakan dalam sebuah operasi gabungan, polisi dan FSB melakukan pencarian terhadap 25 alamat dan menahan 14 orang. Sebuah daftar penyitaan juga diberikan, termasuk 426 juta rubel, $600 ribu, dan 500 ribu Euro, serta perlengkapan komputer dan 20 mobil mewah.

Dalam pernyataan yang diunggah ke situs webnya, FSB mengatakan Rusia sudah memberitahu AS langsung tentang tindakan yang diambilnya terhadap kelompok yang diburu oleh Washington ini. Kedutaan Besar AS di Moskow mengatakan pihaknya belum bisa segera memberi komentar.

“Langkah penyelidikan didasarkan pada permintaan dari AS,” kata FSB. “Asosiasi Kejahatan Terorganisasi ini sudah tidak ada lagi dan infrastruktur informasinya yang digunakan untuk maksud-maksud kejahatan sudah dinetralisasi.”

Saluran TV REN mengudarakan video dari agen-agen yang menyerang rumah dan menangkap orang-orang, menyuruh mereka tertelungkup di lantai, dan menyita tumpukan mata uang dolar dan rubel Rusia.

AS pada November mengatakan, pihaknya menawarkan hadiah sampai $10 juta untuk informasi yang mengarah pada identifikasi dan lokasi dari siapa saja yang menduduki posisi penting dalam kelompok REvil ini.

AS didera oleh serangkaian peretasan oleh penjahat siber yang menuntut uang tebusan. Sebuah sumber yang tahu dengan isu ini mengatakan kepada Reuters bahwa pada Juni REvil dicurigai merupakan kelompok yang melakukan serangan ransomware terhadap bisnis pengepakan daging terbesar di dunia, JBS SA.(VOA)



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini