-->
    |


Kantor HAM PBB Kumpulkan Bukti Kemungkinan Kejahatan Perang di Bucha, Ukraina


Seorang warga sipil yang tewas dengan tangan terikat di belakang terbaring di tanah di Bucha dekat Kyiv, Ukraina, Senin 4 April 2022.(Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk hak asasi manusia mengatakan sedang mengumpulkan bukti-bukti kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Rusia di Bucha, Ukraina.

Kepala HAM PBB Michelle Bachelet mengungkapkan kengeriannya melihat gambar-gambar warga sipil tewas bergelimpangan di jalan-jalan Bucha, sebuah kota di pinggiran ibukota Kyiv. Juru bicaranya, Liz Throssell, mengatakan foto-foto mayat yang rusak itu sangat mengganggu.

Throssell mengatakan foto-foto orang dengan tangan terikat, perempuan setengah telanjang, dan mayat yang dibakar tersebut jelas menunjukkan bahwa mereka diserang secara langsung.

Berdasar hukum kemanusiaan internasional, Throssell menegaskan, pembunuhan yang disengaja terhadap warga sipil adalah kejahatan perang.Kami tidak mengatakan insiden khusus ini adalah kejahatan perang. Kami belum bisa menetapkan itu. Itu sebabnya perlu, misalnya, pemeriksaan forensik yang mendetail. Oleh karena itu, perlu ada pemantauan dan pengumpulan informasi secara rinci tentang apa yang terjadi, terhadap siapa, oleh siapa, juga pada tanggal berapa. Sekarang kami berupaya melakukan itu, demikian pula badan-badan lainnya,” jelasnya.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) membuka sebuah investigasi atas dugaan kejahatan perang oleh militer Rusia di Ukraina. Ketua jaksa ICC menyatakan ada keyakinan mendasar yang masuk akal bahwa kejahatan perang terjadi dalam konflik tersebut. Ia mengatakan bukti sedang dikumpulkan mengenai kemungkinan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.

Throssell mengungkapkan pentingnya melanjutkan upaya tersebut dan bagi para pelaku kejahatan semacam itu untuk dimintai pertanggungjawaban serta dibawa ke pengadilan.Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kekejaman Rusia di Bucha adalah "kampanye yang disengaja untuk membunuh, menyiksa, memperkosa." Ia menambahkan dunia harus meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

Berbicara kepada sejumlah wartawan di pangkalan angkatan udara Andrews sebelum terbang ke Brussel untuk pertemuan NATO dan menteri-menteri luar negeri Kelompok G-7, Blinken mengatakan laporan dari Bucha itu "lebih dari kredibel. Buktinya nyata disaksikan oleh dunia."Kita menyaksikan khususnya, kengerian yang terjadi di Bucha, sesuatu yang benar-benar menyentuh orang di seluruh dunia,” jelasnya.

Blinken juga memperkuat tekad negara-negara di seluruh dunia untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab dan untuk mendukung Ukraina.

Rusia menolak laporan bahwa tentaranya telah melakukan kejahatan perang di Ukraina, dan menyebutnya sebagai tuduhan propaganda palsu. Mereka menuduh pasukan khusus Ukraina membuat skenario palsu di Bucha untuk menodai reputasi Kremlin.(VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini