-->
    |


Pakistan Berharap Perdalam Hubungan ‘Penting’ dengan AS

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengikuti upacara penjaga kehormatan di rumah kediaman perdana meneteri di Islamabad, Pakistan, pada 12 April 2022. (Foto:VOA)

Kapuasrayatoday.com - Pemerintahan baru Pakistan, pada Selasa (12/4), mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Amerika Serikat (AS) “secara konstruktif dan positif” untuk mempromosikan “tujuan bersama” dalam perdamaian, keamanan dan pembangunan kawasan.

Parlemen Pakistan memilih Shehbaz Sharif sebagai perdana menteri baru negara itu pada Senin (11/4), setelah voting mosi tidak percaya melengserkan perdana menteri sebelumnya, Imran Khan, mengakhiri pemerintahan koalisinya yang hampir berusia empat tahun.Kami menyambut baik penegasan kembali hubungan lama AS dengan Pakistan,” kata kantor Sharif saat menanggapi pernyataan juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, pada Senin (11/4), di mana ia menggarisbawahi pentingnya hubungan Washington dengan Islamabad terlepas siapa pemimpinnya.

“Kami berharap dapat memperdalam hubungan penting yang didasarkan pada prinsip kesetaraan, kepentingan bersama dan saling menguntungkan ini,” demikian petikan pernyataan Pakistan.

Pada Senin (11/4), Psaki mengatakan bahwa pemerintahan Biden mendukung “penegakan prinsip-prinsip demokrasi konstitusional secara damai” dan tidak mendukung satu partai politik tertentu di Pakistan.Kami menghargai kerja sama jangka panjang kami dengan Pakistan, (kami) selalu memandang Pakistan yang makmur dan demokratis sebagai hal penting bagi kepentingan AS,” ujarnya.

Psaki mengatakan hubungan yang “panjang, kuat dan langgeng” akan berlanjut di bawah kepemimpinan baru di Islamabad. Ia menolak untuk mengatakan apakah Biden berencana segera berbicara dengan Sharif.

Hubungan Islamabad dan Washington yang senantiasa bergejolak, mengalami kemunduran di bawah kepemimpinan Imran Khan, yang menduduki kursi perdana menteri sejak 2018, sebagai kepala koalisi pemerintahan dengan mayoritas tipis di parlemen.Selama hampir empat tahun menjabat, Khan tanpa henti mengkritik Washington atas apa yang disebutnya sebagai perang yang kacau di Afghanistan, negara tetangganya, yang berakhir Agustus 2021 dengan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Beberapa minggu menjelang penggulingannya, Khan berulang kali menuduh AS telah berkolusi dengan lawan politiknya untuk menggulingkan pemerintahannya, untuk menghukumnya karena membawa Pakistan lebih dekat ke China dan Rusia pada khususnya. Washington telah membantah tuduhan itu, begitu pula pihak oposisi di Pakistan.(Foto:VOA)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini