|

Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Sukses Berternak Murai Batu Medan

 


Karang Intan, Kapuasrayatoday.com – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan berhasil ternakan burung murai jenis batu medan, dalam program pembinaan kemandirian yang diselenggarakan Lapas Narkotika Karang Intan, Jum’at (11/8/2023).

“Ada dua jenis murai yang saat ini kita ternakan di penangkaran, jenis batu medan dan jenis riam. Jenis batu medan sudah menghasilkan empat anakan dari perkawinan yang kita kondisikan, sedang untuk murai riam masih proses,” ungkap pelaksana pada Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Muhammad Noor.



Lebih lanjut dirinya menjelaskan, anakan murai yang sudah menetas diambil untuk dilakukan pembesaran secara terpisah. Warga Binaan secara khusus memberikan perawatan dan makanan anakan murai, berupa jangkrik kroto magot maupun pur dengan waktu pemberian setiap satu jam.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan Wahyu Susetyo dalam keterangannya menuturkan, suksesnya peternakan burung pemakan serangga dengan nilai jual yang cukup tinggi ini, tidak terlepas dari peran aktif Petugas dan Warga Binaan bersama-sama mensukseskan program yang dicanangkan sebagai bekal keahlian sebelum mereka kembali ke masyarakat.

“Keberhasilan ternak murai ini berkat konsistensi dan keuletan Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan yang tergabung dalam program kemandirian peternakan binaan Seksi Kegiatan Kerja. Mereka terus berupaya melakukan yang terbaik dalam rangka memperbanyak ketersediaan murai di lahan peternakan, karena burung ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, Lapas Narkotika Karang Intan memiliki lokasi yang sangat strategis untuk kembang biak burung murai. Selain itu, sumber daya Petugas yang trampil dan mengayomi semakin mendukung suksesnya pembinaan kemandirian yang diselenggarakan untuk bekal Warga Binaan sebelum bebas nanti.

"Kita memiliki area khusus peternakan, dengan lokasi yang strategis tenang sehingga murai juga nyaman berada di sini, tidak merasa terganggu, dan bisa menghasilkan anakan untuk dibesarkan,” pungkasnya.(tim/*)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini