-->
    |

Luruskan Image Buruk Oleh Eropa Soal Pembukaan Lahan Perkebunan Sawit Di Indonesia, Bupati Jadi Narsum Dialog EUDR

 


Sekadau,Kapuasrayatoday.com - 

Untuk meluruskan Isu yang beredar di Eropa tentang sawit Indonesia memang senter bahwa masyarakat menanam Kelapa Sawit dengan merambah hutan. Image ini perlu kita luruskan, sehingga dirinya menjadi narasumber Dialog Implementasi European Union Deforestation-free Regulator (EUDR) beberapa waktu lalu di Jakarta.

"Kita ingin meluruskan bahwa pembuktian lahan untuk menanam Kelapa Sawit di kabupaten Sekadau tidak mengabaikan hutan," katanya Rabu, (22/11) 2023 di Sekadau.

Menurut dia, EUDR merupakan regulasi yang mengatur penempatan dan impor komoditas yang menyebabkan deforestasi dan degradasi hutan ke pasar Uni Eropa.

EUDR memang dirancang untuk mengatasi konsumsi Uni Eropa yang mendorong agar tidak melakukan deforestasi dan mendorong kerberlanjutan di berbagai komoditas yang merisikokan hutan, termasuk kayu, minyak sawit, kopi, kakao, karet, kedelai dan daging sapi.

EUDR telah memicu berbagai kontroversi di banyak Negara produsen, khususnya Indonesia yang diperkirakan akan berdampak langsung pada petani kecil yang terlibat dalam produksi Kelapa Sawit, Kakao dan Kopi.

Bupati menjelaskan terkait strategi pembangunan perkebunan dalam upaya mendorong komoditas perkebunan berkelanjutan di Kabupaten Sekadau yang meliputi, Penguatan database perkebunan dan pengelolaan data berbasis spatial.

Peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan, Pemberdayaan masyarakat adat, Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan, serta Sertifikasi komoditas perkebunan.

Pada sesi lainnya, Bupati Aron memberikan penjelasan terkait dukungan Pemerintah Daerah terhadap kerjasama sejumlah Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dengan Pemerintah Desa, Lembaga Adat, SPKS dan Petani/Masyarakat dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan area konservasi yang berbasis kearifan lokal dengan item kegiatan meliputi Pengelolaan dan Monitoring area konservasi, Pengelolaan sempadan sungai, Monitoring plang konservasi, Sosialisasi dan Pendidikan konservasi terang Aron.(darno).

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini